Selasa, 09 Juli 2019

Kenapa Setiap Cermin Memantulkan Muka Yang Berbeda? Wajah Asli Saya Seperti Apa?


Akhir-akhir ini saya sering bertanya-tanya tentang… SEBENARNYA WAJAH SAYA YANG ASLI ITU KAYAK GIMANA SIH?

Ok, mungkin pertanyaan saya terdengar sedikit konyol. Tapi, seriusan saya gatau wajah asli saya itu kayak gimana. Ok, mungkin kamu akan berkata… “yaelah, kan tinggal ngaca”. Udah.. udah ngaca. Tapi faktanya ngaca sama sekali ga nolong. Tau ga kenapa? Karena ketika saya ngaca di setiap cermin yang berbeda, hasilnya berbeda pula. Pantulan wajah saya ga pernah sama!

Ada cermin tertentu yang ketika saya ngaca di sana, gatau kenapa muka saya jadi terlihat ancur banget. Tapi anehnya ada cermin lain yang kalau buat ngaca, hasilnya lebih mendingan. Dan jujur ini bikin saya bingung. Sebenarnya wajah saya kayak gimana? Pantulan cermin mana yang merefleksikan muka saya secara real? Sumpah, saya gatau.

Jujur saja, keadaan ini bikin saya tersiksa. Ketika ngaca di cermin yang bikin wajah saya terlihat kayak tai, jujur bikin saya depresi. Saya ga siap menerima kenyataan kalau muka saya jelek banget. Tapi, ketika ngaca di cermin yang mendingan, saya juga takut, saya ragu, jangan-jangan kaca ini menipu. Sekali lagi, saya tersiksa dengan ini.

Ah, andai saja saya tau wajah saya yang sebenarnya itu kayak gimana.

Sabtu, 22 Juni 2019

ter-peanut-kan? terpeanutkan itu apa? arti dari kata terpeanutkan!

Hai, pernah ga sih kamu baca sebuah kalimat atau kata yang tertulis dalam bahasa gaul dan pas lagi baca itu, respon kamu kayak… “anjir, ini apa sih maksudnya?”. Saya pernah. Belum lama. Dan kata itu adalah… “TERPEANUTKAN”.

Hah? Terpeanutkan? Anjir, terpeanutkan apaan sih? Terpeanutkan itu apaaaaa?

Ya, kira-kira begitu respon saya pas pertama dengar kata terpeanutkan. Kaya berasa aneh aja gitu. Sebuah kata yang sungguh teramat asing. Btw saya pertama dengar kata itu dari ponakan saya yang masih SMP. Anjir, padahal cuman selisih 10 tahun doang tapi saya udah ga bisa ngikutin bahasa gaulnya. Emang selisih 10 tahun itu jauh banget ya? Aah, jadi berasa tua kan sayanya. Wkwk.

Anyway, karena saya gamau berakhir menjadi om-om yang tidak gaul di mata remaja-remaja masa kini, mau gamau saya memaksa otak saya untuk bekerja keras menganalisa apa itu makna dari kata t-e-r-p-e-a-n-u-t-k-a-n. Dan karena bawaan dari tuhan kalau saya emang orangnya pinter (jiah gitu wkwk), tentu saja dengan singkat saya menemukan jawabannya. Jadi…

Terpeanutkan : Terabaikan.

Mungkin kalian akan bertanya kaya… “loh, loh, kok bisa? kok bisa terabaikan?”

Ya emang bisa.            

“Ya alasanya apaaaaaa_-?”

Ok, ok. Akan saya jelaskan.

Jadi terpeanutkan itu asalnya dari peanut yang mendapat imbuhan ter dan an di awal dan akhir kata tersebut. Peanut sendiri artinya kacang dalam bahasa Inggris. Jadi ter-peanut-kan itu maksudnya ter-kacang-kan. Yang mana ter-kacang-kan sendiri adalah bentuk ga lazim dari kata di-kacang-in. Dan seperti yang telah semua orang ketahui, di-kacang-in artinya adalah ter-abai-kan. Gitu sih. Wkwk.

Btw sampai sekarang saya gatau sih kenapa dikacangin itu artinya bisa jadi terabaikan. Saya ngerti maksudnya tapi ga ngerti bagaimana itu bisa terjadi. Haha. Pokoknya tau-tau paham aja kalau dikacangin itu artinya diabaikan, tidak dianggap, dan…. Hal-hal lain sejenis itu. Hehe. Anyway kalau suatu saat saya tau jawabannya, mau saya tulis di blog ah. Atau… kalau misal kamu tau jawaban kenapa dikacangin artinya diabaikan.. kamu bisa tulis jawabannya di kolom komentar, kok (jiah, kaya ada yang baca aja. haha).

Aaah… terakhir nih… pokoknya intinya ter-peanut-kan itu artinya diabaikan, tidak dianggap, dan hal-hal ngenes lain yang masih sejenis dengan itu.

Rabu, 20 Maret 2019

Antara Kamu Dan Imajinasimu Tentang Dia


Pernah ga sih kamu suka sama seseorang, tapi kamu gatau dia suka juga apa engga sama kamu? Pernah, ya? Kalau pernah, selamat ya… kamu terjebak dalam sebuah drama rumit yang melibatkan antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia. 

Suka secara sepihak? Bukan, bukan kayak gitu. Suka secara sepihak itu kalau kamu suka dia tapi dianya engga. Untuk kasus ini, bisa jadi dia juga suka sama kamu. Cuman, kamu gatau perasaan dia yang sebenarnya. Jatuh cinta dalam diam? Umm.. kurang lebih kayak gitu. Memendam perasaan? Iya bener kayak gitu.

Ngomong-ngomong, sadar ga sih, ketika kamu jatuh cinta dalam diam, gatau kenapa dunia berjalan dengan begitu aneh. Hari-hari kamu seolah penuh dengan drama. Drama yang sebenarnya mungkin tidak pernah ada. Atau mungkin ada, tapi hanya kamu yang merasakannya. Sebuah drama antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia.

Imajinasiku tenang dia? Kenapa imajinasiku tentang dia? Kenapa engga ‘dia’ aja? Kenapa harus ada embel-embel imajinasi segala?

Mungkin kamu akan nanya kayak gitu. Btw jawabnya simple, sih. Ya karena cuman kamu doang yang ngerasain, dianya belum tentu. Bukannya dia ga ngerasain, tapi belum tentu.

Drama antara aku dan imajinasiku tentang dia? Maksudnya gimana, sih?

Di detik di mana kamu merasakan jatuh cinta dalam diam, di detik itu pula kamu akan jadi orang paling over thinking sedunia. Kamu akan jadi orang yang berpikir secara berlebihan. Kamu akan jadi orang yang kebanyakan ngayal. Kamu akan jadi orang yang kebanyakan menduga-duga. Dan tentu saja, kamu akan jadi orang yang kebanyakan berimajinasi.

Selalu muncul jutaan teori di kepala kamu setiap kali ada sesuatu yang terjadi antara kamu dan dia. Sesimple apapun kejadiannya, kamu akan selalu menduga-duga. Dan kemudian, jutaan pertanyaan mulai memenuhi kepala kamu. “Kenapa dia melakukan ini?” “Jangan-jangan dia…” “Bukan kah itu artinya dia…”

Sesimple apapun kejadiannya, kamu akan selalu berpikir secara berlebihan. Sesimple ketika kamu membuka instagram, tiba-tiba kamu dapat notif yang menunjukkan kalau dia menge-like salah satu foto kamu padahal dia jarang banget melakukan itu, dengan perasaan yang pastinya senang banget, mendadak muncul dugaan-dugaan terkait hal itu.

“Kenapa dia nge-like fotoku?” … “Jangan-jangan dia stalking?” … “jangan-jangan dia kangen?” … “jangan-jangan… dia suka sama aku?!” … “ga ga ga… gamungkin!” …  “masa dia suka sama aku?” … “tapi, kenapa tiba-tiba nge-like fotoku?” … “aaah… ya tuhan… beri saya petunjuuuk!” …. “bantu saya mengartikan semua ini ya tuhaaaaaan”

Itu baru satu kejadian doang. Belum lagi kalau misalnya tanpa sengaja mata kamu sama mata dia bertemu dan saling tatap-tatapan. Belum lagi kalau misalnya di sebuah ruangan, tiba-tiba dia duduk di sebuah kursi di samping kamu. Belum lagi kalau misalnya tiba-tiba di cuaca yang terik, dia nawarin kamu sebotol minuman. Belum lagi kalau…. Kalau hal-hal simple semacam itu terjadi, sudah pasti imajinasi kamu tentang dia akan kembali muncul.

Rumit banget ya dramanya. Sebuah drama antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia. Sebuah drama tentang jatuh cinta dalam diam. Sekali lagi, ini bukan tentang suka secara sepihak. Karena siapa tau, dia juga terjebak dalam sebuah drama antara dia dan imajinasinya tentang kamu.   

Jumat, 15 Februari 2019

Alasan Kenapa Idol K-Pop Rambutnya Diwarnai


Halo, pernah nonton Music Video dari idol-idol Korea? Eh, ga pernah? Ok, mending gausah dilanjutin bacanya. Kayanya kamu salah alamat, deh. Haha. Gabakal nyambung juga soalnya.

By the way, akhir-akhir ini saya lumayan sering nontonin MV idol-idol Korea di youtube. Dan… sadar ga sih kalau rambut dari idol-idol K-Pop suka diwarnain aneh-aneh gitu? Kalau kamu suka K-pop pasti sadar dong. Btw, pernah mikir ga sih kenapa rambutnya diwarnain? Dulu sih saya mikirnya buat gaya-gayaan doang. Hingga akhirnya ada sebuah kejadian yang membuat saya sadar bahwa ternyata ada alasan lain kenapa idol-idol K-pop melakukan itu.

Jadi ceritanya gini…

Pada suatu hari…. eh, ini apaan sih? -_-. Malah jadi kayak cerita rakyat. Jadi intinya gini, saya punya sepupu, cewe. Terus kebetulan dia suka k-pop. Nah, suatu hari dia ngasih tau ke saya kalau Astro (salah satu idol favorit dia) rilis MV di youtube, kasih rekomendasi lah istilahnya. Nah, kejadian itulah yang akhirnya bikin saya sadar alasan sejati kenapa idol k-pop rambutnya diwarnain.

Btw, sepupu saya ini tidak tinggal di kota yang sama kayak saya. Jadi kami berinteraksi lewat chat. Kira-kira chatnya kayak gini…

Sepupu: “kak, coba nonton MVnya Astro yang ….. (saya lupa judulnya)”

Dan nontonlah saya sebelum akhirnya membalas chat sepupu.

Saya: “Bagus, sih. Tapi tetep kerenan Jay Park (saya ngefans sama Jay Park btw. Wkwk)

Sepupu: “Si Eunwoo ganteng banget sumpaaaaaah.”

Btw, saya gatau eunwoo yang mana. Lebih tepatnya saya gakenal satu pun member Astro sih. Wkwk. Makanya saya nanya dong…

Saya: “Eunwoo yang mana?”

Sepupu: “Itu, yang ganteng.”

Dalam hati saya mikir… anjir, yang ganteng? Bentar bentaaar, emang di sini ada yang ga ganteng ya?! kalau jelek ya gamungkin jadi member idol k-pop dong! Kalau jelek Astro gamau make dong! Kalau jelek gamungkin manggung dia, pasti lagi di kamar, ngadep laptop, nulis tentang kenapa idol k-pop rambutnya diwarnain, iya, kayak saya -__-.

Akhirnya saya nanya lagi kan…

Saya: “Yang ganteng? Emang ada yang jelek? Ganteng semua mereka…”

Sepupu: “Enggaaa, beda. Pokoknya yang paling ganteng.”

Yang paling ganteng? Ok, saya berusaha buat menajamkan indera pengelihatan saya. semata-mata untuk mengidentifikasi siapa yang paling ganteng di antara member Astro. Dan hasilnya… gagal! Wajahnya sama semua anjiiir! Semua member Astro wajahnya terlihat sama!

Ok ok. Akhirnya saya sadar kalau saya gabisa lagi nanya dengan kalimat ‘yang mana?’, karena pasti ujungnya dia bakal jawab ‘yang ganteng’. Saya harus nanya sesuatu yang lebih spesifik. Saya mikir, mikir, dan akhirnya kepikiran….

Kenapa ga tanya yang pakai baju apa?

Benar juga, ya. Kenapa ga nanya eunwoo yang pakai baju apa? Tapi.. sesaat sebelum saya beneran menanyakan itu… saya menyadari sesuatu. Kan di MV idol-idol k-pop gitu, di setiap scene, kan bajunya ganti-ganti yak -_-. Kayak misalnya di pas menit awal-awal pakai kemeja floral karena scenenya di pantai, abis itu tbtb beberapa detik kemudian pakai jas soalnya scenenya di kantor, terus abis itu tau tau udah pakai baju putih lengan panjang terus bawahan celana bahan warna item aja, iya, soalnya scenenya waktu itu… umm… jadi karyawan training indomaret. Aah, abaikan. Intinya setiap ganti scene bajunya ganti. Jadi ga guna dong saya nanya gituan.

Ok, akhirnya saya sadar kalau nanya baju gabisa. Mikir keras… mikir keras… mikir keras… dan akhirnya….

Nanya rambut!

Nah iya. rambut! Kan rambutnya warnanya beda-beda tuh. Iya, satu personil dan personil lainnya rambutnya beda-beda warnanya. Akhirnya saya menanyakan itu, nanya dengan kalimat… “Yang rambutnya warna apa?” dan tau ga… saya akhirnya dapet jawabannya. Haha. Akhirnya saya tau eunwoo itu yang mana. Puas bangeet. Haha. Rambutnya item ternyata. Ganteng juga sih btw.

Jadi intinya... alasan kenapa idol K-Pop mewarnai rambutnya adalah.... ya biar orang-orang bisa bedain aja antara member satu dan member lainnya. Soalnya wajahnya mirip-mirip semua. hahaha.

Tunggu… ngomong-ngomong… kenapa saya bisa puas hanya karena bisa tau eunwoo yang mana?! -__-