Sabtu, 17 Maret 2018

Mustahil Punya Pacar



Banyak orang berkata kalau hidup ini penuh dengan kemungkinan. Segala hal bisa terjadi di dunia ini. Tapi, benarkah demikian? Saya nggak terlalu yakin. Karena kayaknya banyak hal yang nggak mungkin terjadi dalam kehidupan ini. Bagi saya sendiri, hal itu mungkin adalah punya pacar.

Secara alami, manusia memang terlahir tanpa memiliki pasangan. Tapi, kalau kondisi tanpa pasangan itu bertahan dalam waktu lebih dari 20 tahun, tidakkah itu sedikit meresahkan? Nah, masalahnya itu terjadi sama saya. Dengan kata lain, saya jomblo dari lahir. Nggak tahu kenapa, saya selalu mikir kalau memiliki pacar adalah sesuatu yang mustahil.

Kalau saya adalah penganut Islam yang taat, yang anti pacaran, mungkin saya akan santai dengan kejombloan ini. Atau kalau saya adalah manusia yang berprinsip nggak akan pacaran karena buang-buang waktu dan sebagainya, mungkin saya akan tenang-tenang aja. Tapi masalahnya, saya enggak. Saya bukan manusia seperti itu. Saya manusia normal yang pengen punya pacar!

Ada seorang kawan yang pernah bilang ke saya, “Rung tau pacaran? Penak, no. Durung tau ngerasakne loro ati,” yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya belum pernah pacaran? Enek, dong. Belum pernah merasakan patah hati. Saat itu, saya hanya menjawabnya dengan melontarkan pertanyaan, “Koe gelem ra tau pacaran ket lahir?” yang artinya kamu mau nggak pernah pacaran dari lahir? Kemudian teman saya terdiam.

Banyak teman yang meledek saya perihal kejombloan ini. Namun, saya nggak akan pernah lupa ketika ada seorang teman saya yang ngomong ke saya, “Koe jomblo mergo koe ra berusaha,” yang artinya kamu jomblo karena kamu nggak berusaha.

Kalau dipikir-pikir, ucapan teman saya ada benarnya juga, sih. Setelah saya sadari, saya memang nggak pernah melakukan usaha apapun buat bisa dapat pacar. Tapi, sebenarnya daripada disebut saya nggak mau melakukan apapun, mungkin akan lebih tepat kalau itu disebut saya nggak tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya benar-benar nggak tahu tentang apa yang harus saya lakukan. Banyak orang bilang mungkin saya harus memulai dengan sebuah chattingan. Nah, masalahnya saya nggak tahu gimana caranya. Aa-aah, saya tahu sih gimana caranya ngirim pesan di aplikasi chat. Tinggal tulis apa yang kita pengen sampaikan, lalu pilih menu kirim yang tertera di layar. Namun, masalahnya bukan itu.

Saya nggak tahu tentang apa yang harus saya bicarakan saat chattingan. Bahkan saya nggak tahu bagaimana cara memulai sebuah percakapan melalui aplikasi chat dengan seorang gadis. Terus kalau misalnya saya mulai merasa akrab dengan seorang gadis di aplikasi chat, lalu apa? Apa lagi yang harus saya lakukan? Umm... ngajak jalan? Tapi gimana caranya? Apa yang harus saya tulis untuk mengajak seorang gadis jalan dengan saya? Jujur, saya benar-benar nggak tahu bagaimana caranya.

Tapi, sebelum bicara tentang bagaimana caranya, kenapa kita nggak ngomongin tentang sesuatu yang lebih penting dari itu? Maksud saya, bukankah kita perlu target? Nah, masalahnya saya nggak punya. Saya nggak punya seseorang yang benar-benar saya sukai. Bukan berarti saya nggak tertarik dengan wanita. Saya masih normal. Ketika ada seorang gadis cantik kebetulan lewat, saya kesulitan untuk memalingkan pandangan saya darinya. Tuh, saya masih normal, kan.

Jujur, nggak tahu kenapa saya susah banget untuk merasakan jatuh cinta. Tapi ngomong-ngomong, apakah saya pernah jatuh cinta? Sebagai manusia normal, tentu saya pernah. Tapi udah lama banget. Lamaaa banget.

Dalam hidup ini, saya baru dua kali merasa benar-benar jatuh cinta. Yang pertama saat saya masih SMP. Waktu itu saya nggak berani menyatakannya. Gara-gara itu saya belajar kalau memendam perasaan itu sakit banget. Yang kedua terjadi saat saya SMA. Belajar dari kejadian pertama, kali ini saya memaksakan diri untuk menyatakannya. Tapi, berhubung saya adalah orang yang cemen, saya menyatakannya cuman lewat SMS. Hahaha. Cemen banget, ya. Dan jawaban dari gadis itu, saya masih ingat, “Makasih, ya. Tapi maaf” yang mana artinya saya ditolak.

Di usia segini, kayaknya memang susah ya untuk bisa merasakan jatuh cinta lagi. Terkadang saya rindu masa-masa remaja. Saat perasaan cinta terasa sangat mudah untuk berkembang. Saya rindu memikirkan seseorang sampai susah tidur, dan ketika tertidur pun, seseorang itu muncul dalam mimpi saya. Jujur saya merindukan itu.

Saat ini, saya lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Saya lupa rasanya hati yang berdetak berkali-kali lebih kencang saat bertemu atau bahkan hanya dengan kepikiran sama seseorang. Saya lupa tentang semua itu. Sesuatu yang saya tahu untuk saya ini adalah, saya merasa begitu kesepian. Seperti ada sesuatu yang kurang. Tapi apa? Pacar? Ah, mustahil saya punya pacar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar