Jumat, 02 Februari 2018

Setelah Nonton Boku no Kanojo ga Majime Sugiru Sho-bitch na Ken [Review Anime]



Bagaimana ya rasanya kalau kita hidup di sebuah lingkungan di mana cewek-cewek yang berada di lingkup pergaulan kita selalu berpikir atau bercanda tentang sesuatu yang menjurus ke arah yang begituan? Mungkin, anime berjudul Boku no Kanojo ga Majime Sugiru Sho-bitch na Ken atau yang dalam Bahasa Inggris lebih dikenal sebagai My Girlfriend is Shobitch bisa memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana rasanya.
xxx
SINOPSIS
Setelah pernyataan cinta Shinozaki Haruka pada Kousaka Akiho, dia segera mengetahui bahwa berhubungan dengan gadis cantik itu lebih sulit dari yang dibayangkannya.

Sumber: otakotaku.com
xxx
Akhir-akhir ini, saya lagi suka nonton anime-anime bergenre comedy. Rasanya memang benar apa yang biasa orang katakan tentang tertawa bisa mengurangi setidaknya sedikit beban di hidup kita. Dan anime comedy adalah jalan yang saya pilih untuk melupakan fakta bahwa skripsi saya nggak kelar-kelar padahal banyak teman yang sudah wisuda.

Jika kamu bertanya ke saya tentang anime comedy apa yang cukup bagus untuk ditonton, maka saya akan menyarankan untuk menonton Boku no Kanojo ga Majime Sugiru Sho-bitch na Ken. Menurut saya pribadi, ceritanya lucu. Membuat saya terkekeh-kekeh sendiri. Comedinya benar-benar blue sekali. Kalau kamu orang yang sering nonton stand up, terutama yang off air, pasti sudah akrab dengan istilah blue comedy. Sekedar penjelasan, blue comedy adalah jenis comedy yang arahnya seputar nafsu syahwat alias seks.

Tapi, kalau boleh jujur, di episode pertama, bahkan sampai sepuluh menit anime itu berjalan, saya sama sekali nggak tertawa. Rasanya kayak aneh aja gitu dikit-dikit mengarah ke seks. Tapi sepertinya waktu itu otak saya memang baru beradaptasi dengan gaya lawakan dari anime ini. Karena faktanya, setelah sepuluh menit berlalu dan bahkan sampai episode terakhir berakhir, saya benar-benar menikmati anime ini.

Titik tawanya sangat padat. Karena memang anime ini pure anime comedy tanpa embel-embel drama atau apapun itu. Jadi setiap bagian di anime ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan tawa. Sangat menyenangkan sekali menyaksikan anime ini. Titik tawanya sangat padat dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

Kalau kita cermati bersama, ada dua jurus utama yang digunakan oleh anime ini dalam menebar punchline-punchlinenya untuk memancing tawa. Celetukan dan imajinasi ngawur dari karakter-karakter cewek yang tentu saja, mengarah ke arah seks. Dan itu sangat konsisten. Dari episode pertama sampai terakhir, jurusnya sebenarnya cuma itu saja. Dan selalu berhasil. Jujur saya sedikit penasaran sama orang yang bikin anime ini. Bagaimana cara dia memikirkan lawakan mesum dengan jumlah dan kepadatan semacam ini?

Jadi, bagaimana ya rasanya kalau kita hidup di sebuah lingkungan di mana cewek-cewek yang berada di lingkup pergaulan kita selalu berpikir atau bercanda tentang sesuatu yang menjurus ke arah yang begituan? Berkaca dari anime ini, sepertinya menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar