Rabu, 17 Januari 2018

Setelah Nonton Imouto Sae Ireba Ii [Review Anime]

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja rampung menonton sebuah anime yang saya yakin akan mampu membuat siapapun yang menontonnya terkekeh-kekeh. Sebuah anime yang memiliki judul Imouto Sae Ireba Ii.
***
SINOPSIS
Menceritakan keseharian seorang siscon sekaligus penulis novel remaja, Hashima Itsuki bersama adiknya, Chihiro yang sempurna. Hari-harinya dikelilingi oleh berbagai karakter menarik lainnya, seperti Kani Nayuta yang juga seorang novelis, sahabat baiknya Shirakawa Miyako dan teman-temannya dari penerbit yang sama dengannya.


***
Kesan saya setelah menonton anime ini …

LUCU
Kalau boleh jujur, Imouto Sae Ireba Ii memang bukanlah anime terlucu yang pernah saya tonton. Masih banyak yang lebih lucu. Namun, meski begitu saya juga nggak bisa berbohong dengan berkata bahwa anime ini membosankan. Tidak sama sekali.

Meski titik tawa anime ini nggak begitu rapat, tapi justru titik tawa yang renggang itu bikin sekalinya ada titik tawa, maka jadilah tawa yang meledak. Banyak adegan-adegan lucu dari anime ini yang sampai sekarang masih menempel di otak saya. Dan kalau saya mengingat-ingat adegan itu kembali, saya pasti akan tertawa sendiri.

Beberapa adegan terlucu menurut saya:

Mari kita mulai dengan sebuah adegan yang menjadi pembuka dari anime ini. Adegan pertama di episode pertama di mana Itsuki mempresentasikan naskahnya kepada editornya yang mana naskahnya menceritakan tentang adik perempuan yang bisa bertelur. Sumpah, adegan ini lucu banget.

Adegan-adegan lain yang nggak kalah lucu adalah saat Nayuta menunjukkan foto-foto biji hewan ke Itsuki. Atau saat Itsuki dan Puriketsu berendam di pemandian campuran yang isinya nenek-nenek. Saat Itsuki, Puriketsu, dan Mikuniyama debat soal pakaian dalam atau telanjang juga lucu banget, tuh.

KARAKTER

Menurut saya semua karakter menjalankan porsinya masing-masing dengan sangat baik. Meski, sebagai anime comedy, kalau kita cermati sang mesin punchline utamanya tetaplah Nayuta dan Puriketsu. Nayuta dengan blue comedinya dan Puriketsu dengan … umm, saya bingung tentang bagaimana saya harus melabeli Puriketsu, soalnya absurd banget karakternya. Saya sangat yakin anime ini pasti akan sangat berbeda kalau saja dua karakter tersebut tidak pernah ada.

By the way, soal karakter, favorit saya jelas Ena Setsuna alias Puriketsu. Meski kemunculan enggak begitu sering, tapi menurut saya Puriketsu adalah jaminan tawa. Setiap dia muncul, pasti ada aja kelucuan yang muncul. Tingkat kelucuan yang bahkan nggak bisa ditandingi oleh karakter-karakter lain.
Ena Setsuna a.k.a Puriketsu si Karakter Super Ngehe
MEMOTIVASI
Mungkin kalian akan bingung kenapa saya menulis kata memotivasi di sebuah postingan tentang kesan saya terhadap sebuah anime comedy. Tapi beneran, termotivasi adalah kesan yang saya rasakan setelah menonton anime ini. Perjuangan para novelis muda ini benar-benar membuat saya teringat pada kalimat yang dulu pernah saya yakini.

“Terkadang usaha memang mengkhianati hasil. Namun, tak ada hasil yang didapat tanpa kerja keras”

Sebuah tamparan yang cukup keras.

Btw, sepertinya saya juga merasakan apa yang dirasakan sama Miyako. Di usianya yang menginjak kepala dua, dia sering merasa belum melakukan apapun dan merasa tertinggal jauh dari orang-orang di sekelilingnya yang sudah melangkah jauh.

Lagi-lagi sebuah tamparan yang cukup keras.
***
Btw, saya mau kerja keras dulu. Biar nggak semakin tertinggal. Hehe. Oh, iya. Semoga anime ini ada season 2nya. Amin!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar