Jumat, 05 Januari 2018

Setelah Nonton Blend S [Review Anime]



Lama nggak ngereview anime, ya. Ok, langsung aja kalau gitu. Kali ini saya mau mereview anime. Mumpung anime musim gugur 2017 udah banyak yang mulai tamat. Dan anime yang akan saya review kali ini adalah anime bergenre comedy dengan judul Blend S.
***
SINOPSIS
Maika baru saja mendapatkan pekerjaan di sebuah kafe yang semua pelayannya harus melayani pelanggan dengan berperilaku berdasarkan karakter yang diberikan pada mereka. Maika pun diminta untuk menjadi pelayan yang sangat sadis (DoS).

***
Kesan saya tentang anime ini …

Pertama, saya akan memulai dengan mengatakan kalau Blend S memiliki premis yang sangat bagus. Menarik banget premisnya. Tentang gadis bernama Maiki yang terobsesi pengen kuliah di luar negeri dan karena nggak pengen merepotkan orang tuanya dari sisi keuangan, dia nekat mencari kerja. Dapat kerja di café yang pelayannya harus memainkan karakter-karakter layaknya karakter yang sering kita temui di Anime. Menarik banget, kan.

Sayangnya satu-satunya hal yang menarik dari Blend S ya hanya premisnya saja. Selebihnya? Mohon maaf tapi saya pengen mencoba berkata jujur kalau selebihnya biasa aja. Komedinya nggak terlalu ngena, musiknya juga biasa, mungkin desain karakternya masih mending lah ya, masih kawaii enak dipandang gitu. By the way, seenggaknya ini penilaian pribadi, sih.

Jujur sangat sulit untuk enggak membandingkan Blend S dengan Working!. Karena sebenarnya kalau dipikir setnya hampir sama. Bedanya Blend S di café dan Working! di restoran. Genre yang dipilih juga sama, comedy. Nah, masalahnya Working! itu bagus banget. Tentu sebagai anime yang sedikit mirip, standar saya jelas berkaca ke Working! dong. Dan sayangnya ternyata Blend S memang masih terlalu jauh.

Saya rasa mungkin Blend S akan lebih menarik kalau mereka memaksimalkan potensi situasi romance yang mungkin bisa mereka bangun. Pasangan Maika-Dino (Manajer) enggak bekerja dengan baik. Lucu nggak terlalu, bikin deg-degan sama sekali enggak. Saya malah justru berandai-andai kalau saja pasangan Kaho-Akizuki lebih digali lagi mungkin akan lebih menarik jadinya.

Cukup sekian. Makasih udah mampir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar