Selasa, 28 November 2017

Lo Pikir Lo Keren? Adriano Qalbi Jogjakarta [Review]



Dua hari yang lalu, tepatnya pada hari Sabtu 25 November 2017, untuk yang ketiga kalinya dalam hidup ini saya harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam naik motor dari Solo ke Jogja hanya untuk menyaksikan pertunjukkan special show stand up comedy. Kayaknya saya mulai menyadari kalau Kota Solo bukanlah kota yang cukup menarik lagi bagi comic-comic papan atas untuk dijadikan destinasi tour. Pandji Pragiwaksono dengan Juru Bicaranya hanya mampir di Jogja, ½ Jalannya Ernest juga sama, dan tentunya show yang baru saja saya saksikan, Lo Pikir Lo Keren by Adriano Qalbi yang mana akan saya review di postingan kali ini.

Umm, btw saya harus mulai dari mana, ya? Jujur saat nulis blog, pergantian satu paragraf ke paragraf lain itu kadang bikin pusing, lho. Kayak bingung ini harus nulis apa lagi, ya? Sebenarnya tahu arahnya kemana tapi bingung bridgingnya harus kayak apa. Ok, saya harus mulai mikir ………. Ah, saya tahu. Saya akan tulis dari bagaimana saya bisa mengenal nama Adriano Qalbi.

Kalau boleh jujur, Adri bukanlah comic yang cukup terkenal. Pengen bukti? Gampang! Coba deh tanya ke teman kerja/kampus/sekolah dengan pertanyaan “eh, tahu Adriano Qalbi, nggak?”, saya yakin 90% nggak kenal. Dan kayaknya Adriano cukup sadar akan ketidak terkenalannya. Lalu pertanyaannya, dari mana saya bisa tahu kalau di dunia ini ada comic bernama Adriano Qalbi?

Simple! Jawabannya internet. Jujur saya suka banget baca review acara stand up. Suka banget. Nah, nggak jarang di banyak review yang saya baca, di situ nyempil nama Adriano Qalbi. Dari situ rasa penasaran muncul. Kemudian mulailah saya mencari lebih banyak tentang Adri. Dan hasilnya, dari banyak blog yang saya baca, dari banyak event stand up yang di review, semua selalu bilang kalau Adri keren.

Level penasaran pun naik. Saya mulai nyari videonya di YouTube. Hasilnya … nggak banyak! Eh, kayaknya kata “sedikit” lebih tepat, deh. Tapi dari video yang sedikit itu akhirnya timbul rasa kagum. Kayak suka aja gitu sama gaya stand upnya. Saya cari tahu lebih banyak tentang Adri dan entah bagaimana saya menjadi pendengar Podcast Awal Minggu. Lalu, akhirnya semua yang saya tulis di paragraf ini berakhir dengan kalimat … “Pokoknya kalau Adriano Qalbi bikin show, saya harus nonton!”

25 November 2017, akhirnya salah satu tujuan hidup saya tercapai, nonton Adri! Dan daripada berlama-lama, mari segera saya mulai saja reviewnya.

Show malam itu dibuka oleh voice-over yang mana adalah suaranya Adri sendiri. Agak aneh, sih. Biasanya kan kalau voice-over gitu suara panitia, ya? tapi biarkan sajalah. Hehe.

Ada tiga comic opener yang membuka Lo Pikir Lo Keren Jogjakarta. Yusril Fahriza jadi yang pertama. Bercerita tentang pengalamannya bermain film bersama Ernest Prakasa, tentang nggak enaknya jadi pekerja seni di Jogja yang terkadang kurang dihargai secara financial –anjay, ngeMC dibayar bebek goreng, haha-, sampai ngomongin tentang orang-orang yang menganggap semua permasalahan kehidupan akan selesai dengan menikah.

Opener kedua ada Iqbal Kutul. Pembawaannya sangat kalem. Santai banget. Tapi jujur, Iqbal adalah opener favorit saya malam itu. Bit favorit saya adalah tentang panitia pembangunan masjid.

“Ini nanti keran wudhunya harus Onda”

Bangsaaat! Saya ngakak parah tepat sesaat setelah Iqbal menyelesaikan kalimat itu. Lalu tentang Nabi Ibrahim yang pasti kaget kalau bangunan kotak yang dulu dia bikin sekarang jadi logo partai juga lucu parah. By the way, kalau suatu saat Iqbal Kutul bikin special, kayaknya saya pasti nonton.

Kalau dua opener sebelumnya adalah comic local hero dari Stand up Indo Jogja, opener ketiga dibawa Adri dari Jakarta, Fico Fachriza. Bit yang cukup nempel dari Fico malam itu tentu tentang betapa susahnya orang gendut sholat. Tapi kalau yang paling saya ingat dari penampilan Fico malam itu tetep moment di mana Fico melontarkan bit-bit berpunchline wadaw. Yang mana seingat saya ada tiga. Hehe.

Setelah acara cukup panas berkat bit-bit dari para opener, maka itu artinya kini giliran sang pemilik acara untuk menunjukkan aksinya. Tapi sebelum saya menuliskan tentang kesan saya terhadap penampilan Adri, saya mau bilang dulu kalau menonton Adri kemarin itu ibarat membuktikan mitos. Iya, selama ini saya hanya tahu Adriano melalui internet. Jadi ini semacam membuktikan kebenaran. Apakah Adriano Qalbi memang keren, atau sekedar mitos? Jawaban dari pertanyaan ini kayaknya bakal terjawab dengan membaca paragraf-paragraf setelah ini.

Adriano membuka penampilannya malam itu dengan menjelaskan kenapa acaranya terkesan asal-asalan. Seperti nggak nyetak tiket karena nggak bakal ada yang minta tanda tangan di tiket tersebut. Atau tentang nggak ada backdrop karena backdrop yang dikapai untuk show yang di Jakarta dicolong orang.

“Berarti saat ini ada satu orang di dunia yang di kamarnya ada backdrop show gue”

Hahaha. Saya nggak kuasa untuk menahan hasrat untuk tertawa.

Yang menyenangkan dari menonton Adri adalah karena saya merasa memiliki cara berpikir yang hampir sama. Adri sering mengawali pembahasan tentang topik tertentu dengan nyinyir. Tapi setelahnya Adri akan berkata, “tapi gue paham kok kenapa mereka ngelakuin ini”. Hal yang biasa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari saya. Seringkali saya nyinyir terhadap suatu hal, namun di saat yang sama saya juga berusaha memahami kenapa suatu hal bisa terjadi.

Berbeda dengan kesan menonton Pandji yang orangnya terkesan optimis, Adri terdengar lebih realistis. Bit tentang bully jadi salah satu bit favorit saya malam itu. Membahas tentang bully yang nggak mungkin ilang, mengkritisi tentang iklan coca-cola dalam memerangi bully, meski jujur agak dark, pembahasan tentang itu sumpah lucu banget.

“Sekarang semua orang jadi tahu kalau nama lo Bokri!”

Saya hampir terjungkal dari kursi saya akibat dari ledakan tawa yang hebat. By the way, setalah sampai rumah, saya penasaran sama iklan Coca-cola yang diceritakan Adri. Dan ternyata, anjir iklannya sedih banget. Tapi tetep lebih menyedihkan hal yang terjadi dibalik pembuatan iklan itu, sih. Seenggaknya menurut imajinasi Adri. Hehe.

Apa lagi yang menyenangkan dari nonton Adri? Kayaknya karena satu pemikiran. Relate aja gitu. Tentang mantan gubernur DKI yang sekarang dipenjara misalnya. Jujur saya juga agak sebel sama beliau. Bukan karena saya berbeda ras  atau agama dengan beliau. Tapi karena beliau suka marah-marah aja. Dan penganalogian Adri dengan ketua kelas yang nyebelin dan semua orang nunggu dia kepleset benar-benar lucu banget.

Lalu bit-bit tentang netizen yang sok tahu. Tentang debat calon pemimpin yang sebenarnya nggak ada gunanya. Sumpah satu pemikiran banget. Udah satu pemikiran, ditambah dengan cara mengolah materi yang keren adalah kombinasi sempurna untuk membuat saya nggak ragu untuk bilang Adri sangat lucu.

By the way ngomongin bit netizen, sebenarnya agak ironis juga, lho. Adriano dalam penampilannya menyiratkan ketidaksukaannya terhadap era internet. Tapi, saya yakin semua yang nonton Adri malam itu mengenal Adri awalnya juga dari internet. Jadi kebayang enggak kalau internet nggak pernah ada? Saya yakin nggak akan pernah ada show Lo Pikir Lo Keren. Di rumah, Adri akan ngedumel lengkap dengan istrinya yang menimpali, "Iya-iya. Lucu, kok". Hehe.

Tapi apakah Adriano lucu hanya karena materinya relate dengan saya? Kayaknya enggak juga. Menurut saya Adri lucu karena dia memang lucu. Karena faktanya ada banyak juga materi-materi yang disajikan malam itu yang sejujurnya sama sekali nggak relate sama saya. Tema seperti stalker jaman dulu, perselingkuhan, atau pernikahan misalnya. Dan meski sebenarnya nggak relate, tapi tetap aja lucu.

Setelah show berakhir, saya berani ngomong kalau Adriano Qalbi adalah comic paling lucu di dunia. Dan tentunya Lo Pikir Lo Keren merupakan show terlucu juga di dunia. Selama Adri stand up, entah berapa kali saya hampir terjungkal atau melompat dari kursi saking dahsyatnya ledakan tawa saya. Saya yakin kalau misalnya ada cukup space di depan kursi saya, saya akan ngakak sampai guling-guling dlosoran di lantai. Tapi sayangnya penataan kursinya cukup rapat. Jadi cukup untuk menahan saya agar nggak dlosoran di lantai.

Oh, iya suara saya sampai serak lho gara-gara ketawa mulu. Haus banget rasanya. Dan untuk mengobati rasa haus itu, pas sesi foto bareng saya minta ke Adri Aqua yang dia bawa ke stage yang masih utuh belum dia minum. 
Aqua Yang Saya Minta Dari Adri
By the way, ngomongin foto bareng, Adri ternyata humble, ya. Kalau comic lain biasanya kalau datang rombongan maka fotonya harus barengan, Adri enggak, dia bebas. Foto barengan ok, abis itu sendiri-sendiri juga boleh. Ini sebenarnya antara beneran humble atau emang nggak banyak yang ngantri aja. Hehe.

Jadi, Adriano Qalbi beneran keren atau cuma mitos? Simple, saya hanya akan menjawabnya dengan kalimat …

ADRIANO QALBI ADALAH COMIC TERLUCU DI DUNIA AKHIRAT!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar