Selasa, 07 November 2017

Apakah Pindah Agama Itu Salah?



Pernah dengar tentang orang yang dibenci, dikucilkan dalam masyarakat, dan bahkan nggak diakui sama keluarga karena pindah agama? Pernah ya pastinya. Terutama di bagian nggak diakui sama keluarga saya sering banget mendengarnya. Hmm … lalu kalau memang konsekuensinya sebesar itu, apakah pindah agama benar-benar sesuatu yang tidak bisa dimaklumi? Apakah pindah agama itu salah?

Menurut pendapat saya, pindah agama tentu saja salah. Ya, 100% salah.

Kenapa salah? Bukankah itu hak asasi manusia untuk memilih agama mana yang mereka yakini? Bukankah dengan berkata kalau pindah agama salah sama saja dengan menjadi orang yang anti toleransi?

Ok, ok. Tunggu sebentar. Saya punya alasannya, kok. Dan alasannya adalah …

Karena agama bukan lokasi. Ya, agama bukan lokasi, tempat, atau pun posisi. Dan seperti yang kita ketahui sebelumnya, definisi pindah adalah bergerak dari lokasi satu ke lokasi yang lain. Dengan kata lain, ada perubahan tempat. Ada pergantian posisi.

Pindah itu misalnya pindah rumah, yang mana pindah tempat tinggal ke lokasi yang baru. Atau orang duduk yang menggeser posisi duduknya juga bisa disebut pindah karena ada pergantian posisi. Intinya pindah adalah suatu proses perubahan yang disertai dengan pergerakan. Karena tanpa pergerakan –entah bergerak sendiri atau digerakkan-, sesuatu nggak akan pernah bisa berpindah. Pergerakan di sini tentu adalah pergerakan yang sifatnya fisik.  

Nah, masalahnya agama ini enggak gitu. Ketika seseorang berganti dari agama A ke agama B, nggak ada perubahan lokasi, tempat, atau posisi yang terjadi pada orang yang bersangkutan. Ketika seseorang berganti agama, maka yang berubah ya hanya statusnya saja. Sama sekali nggak ada pergerakan. Maka dari itu, daripada disebut pindah agama, menurut saya akan lebih tepat jika itu disebut ganti agama. Ya, ganti agama. Bukan pindah tapi ganti.

Tunggu! Tapi bukannya kalau ganti agama tempat ibadahnya akan berpindah? Jadi istilah pindah agama nggak salah, dong?

Umm … agama sama tempat ibadah itu beda, lho. Meski berkaitan tapi beda. Tempat ibadah itu adalah suatu tempat yang letaknya berada di lokasi tertentu. Kalau agama sudah jelas, dia nggak memiliki lokasi karena dia adanya di hati.

Intinya istilah yang benar seharusnya tetap ganti agama, meski konsekuensinya akan terjadi perpindahan tempat ibadah. Karena sekali lagi, meski berkaitan, dua hal itu jelas sangat-sangat berbeda. Ganti agama dan pindah tempat ibadah punya hubungan sebab akibat, mirip seperti makan dan kenyang. Sekali lagi sebab akibat, bukan sinonim.

Nah, jadi itu adalah alasan kenapa pindah agama itu salah. Karena sekali lagi yang betul adalah ganti agama. Secara istilah tentu ganti agama lebih logis, kan. Lalu sekarang pertanyaannya, apakah ganti agama itu salah? Tentu saja enggak. Karena bagi saya memilih untuk percaya terhadap agama tertentu atau bahkan sama sekali nggak percaya sama agama sekalipun adalah hak asasi dari individu yang bersangkutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar