Senin, 16 Oktober 2017

Setelah Nonton Koi to Uso [Review Anime]



Pernah nonton anime yang keadaan di dalam anime itu bikin kamu iri? Kalau saya sih pernah. Belum lama terjadi, kok. Tepatnya ketika saya menonton anime Koi to Uso. Apa yang bikin saya iri? Nanti akan saya jelaskan.
***
SINOPSIS
Cinta dan Kebohongan adalah dua hal yang terlarang. Dalam waktu dekat, ketika remaja Jepang menginjak usia enam belas tahun, mereka akan ditentukan pasangan hidupnya oleh pemerintah. Orang-orang tidak perlu lagi bersusah payah mencari pasangannya. Semua orang pun menerima hal itu dan percaya bahwa pemerintah dapat mencarikan pasangan paling ideal untuk mereka. Nejima Yukari, remaja berusia lima belas tahun yang tinggal di sudut kecil Jepang. Tak ada hal yang menonjol dari dirinya. Kemampuan akademis dan kemampuan atletisnya di bawah rata-rata. Namun, apa jadinya kalau remaja yang menyembunyikan perasaannya ini merasakan jatuh cinta di tempat tinggalnya yang mengharamkan cinta?

Sumber: otakotaku.com
***
Kesan saya ketika menonton anime ini …

BIKIN IRI
Seperti mengulang pertanyaan di paragraf pertama, apa yang bikin saya iri? Satu hal sih sebenarnya. Di anime Koi to Uso, orang-orang nggak perlu susah-susah mencari jodoh. Karena pasangan yang akan kita nikahi sudah ditentukan oleh pemerintah. Dan ini sumpah membuat saya sangat iri.

Mungkin beberapa dari kamu akan bertanya-tanya dengan pertanyaan seperti …

“Loh, apa enaknya jodoh yang sudah ditentukan? Bukannya malah nggak enak ya nggak bisa milih pasangan sesuai dengan keinginan kita sendiri?”

Mungkin beberapa di antara kamu akan menanyakan itu. Tapi, kalau kamu nggak pernah ngerasain yang namanya jomblo dari lahir kayaknya mending diem aja, deh. Kalau saja program perjodohan itu beneran ada di dunia nyata, pasti nggak akan ada jomblo yang berkeliaran di muka bumi ini. Dan kalau saja program perjodohan itu beneran ada di dunia nyata, pasti saya nggak akan jadi jomblo abadi. Hehe.

BGM YANG BAGUS
Saya selalu suka anime yang BGMnya bagus. Koi to Uso tampil dengan BGM yang kesannya mengharukan. Dan saya sangat menyukai itu. BGMnya bisa bikin saya semakin hanyut dalam cerita.

MENGOCOK EMOSI
Yang keren dari Koi to Uso adalah ceritanya mampu untuk mengocok emosi saya. Biasanya ketika menonton anime bergenre romance, saya akan mendukung salah satu karakter cewek untuk bisa jadian dengan karakter utama. Nah, di anime ini saya nggak bisa melakukannya. Saya bingung harus mendukung Ririna atau Misaki untuk jadian sama Yukari. Nggak tahu kenapa saya merasa nggak tega kalau salah satu di antara Ririna atau Misaki merasa tersakiti. Benar-benar sukses mengocok emosi saya.
***
Kira-kira itu kesan saya ketika menonton Koi to Uso. Meski secara keseluruhan saya menganggap anime ini cukup keren, tapi menurut saya ada beberapa hal yang entah mengapa masih terasa sedikit mengganjal.

ENDING YANG KURANG GREGET
Nggak tahu kenapa menurut saya endingnya kurang greget aja. Jujur saya pengen banget lihat Yukari memutuskan memilih siapa gadis yang akan bersamanya. Tapi yang terjadi malah terkesan menggantung endingnya. Yukari terkesan plin-plan. Memang sih saya nggak tega melihat salah satu di antara Ririna atau Misaki merasa tersakiti. Tapi, jujur saya sangat penasaran tentang siapa gadis yang akan dipilih Yukari. 

Ah, semoga anime ini ada season 2nya. Seenggaknya untuk menjawab rasa penasaran saya. Saya berharap banget, sih. Lagipula manganya kan juga masih on going.

CIUMAN NISAKA KE YUKARI
Kira-kira ciuman Nisaka ke Yukari itu maksudnya apa, ya? Seorang cowok mencium cowok lain ketika sedang tidur, kira-kira apa maksud dari ciuman itu? Nisaka homo? Atau apa? Sayangnya sampai episode terakhir dari anime ini sama sekali nggak dijelaskan tentang maksud dari ciuman itu. Sekali lagi semoga akan hadir season 2 yang akan menjawab rasa penasaran saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar