Sabtu, 07 Oktober 2017

Setelah Nonton Gamers! [Review Anime]



Umm … langsung aja, ya. Kebetulan saya lagi nggak punya ide tentang bagaimana saya harus menulis intro di postingan ini. Jadi sekali lagi langsung aja. Intinya, kali ini saya pengen ngeriview anime yang baru saja saya tamatkan, Gamers!
***
SINOPSIS
Bercerita mengenai kehidupan seorang siswa SMA yang menghabiskan waktunya dengan bermain game. Amano Keita, seorang remaja seperti pada umumnya yang suka bermain game. Suatu hari ia diajak bergabung ke Klub Game oleh Tendou Karen, ketua klub yang dikenal sebagai gadis paling cantik di sekolahnya. Mungkinkah ini awal dari cerita harem bersama para gadis cantik di sekolahnya?

Sumber: otakotaku.com
***
Untuk review anime kali ini, saya nggak akan berbelit-belit. Saya hanya akan memberikan penilaian saya dari satu aspek saja, kenikmatan menonton. Ya, hanya kenikmatan ketika saya menonton anime ini yang akan saya jadikan satu-satunya aspek dalam review kali ini.

Oh, iya. Sekedar pemberitahuan, saya tahu Gamers! berkat rekomendasi dari teman saya. Mereka bilang kalau Gamers! recommended. Kenapa di kalimat sebelumnya saya menulis “mereka” dan bukan “dia”? Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena ada lebih dari satu orang yang bilang langsung ke saya kalau Gamers! bagus. Karena banyak yang bilang bagus, saya jadi penasaran. Dan kesan pertama saya …

Biasa aja.

Ya, biasa aja. Di episode awal memang terasa biasa aja. Sekali lagi ini penilaian saya berdasarkan kenikmatan menonton saya lho, ya. Komedinya berasa kurang. Saya curiga mungkin karena saya baru saja menonton Aho-Girl, jadi standar lucu saya lagi tinggi-tingginya. Tapi kok kayaknya enggak ngaruh, ya. Kayaknya Gamers! di episode awal-awal emang kurang lucu aja.

Situasi mulai berubah di episode pertengahan. Tepatnya ketika anime ini sudah memperkenalkan semua karakter-karakternya. Kelucuan mulai muncul. Selama bertahun-tahun saya menjadi penikmat anime/manga bergenre romance comedy, saya mengamati bahwa kelucuan romance comedy selalu dibangun dari kesalah pahaman. Jadi misalkan ada sebuah peristiwa, karakter A berpikir kalau yang terjadi adalah X, sedangkan karakter B yakin kalau yang terjadi adalah Y, tapi karakter C sangat percaya bahwa yang dia lihat adalah kejadian Z. Nah, dari perbedaan persepsi itu akan timbul kesalah pahaman. Dan kesalah pahaman adalah pemicu kelucuan yang efektif di anime romantic comedy. Dan sepertinya Gamers! sangat sukses memanfaatkan itu.

Sayangnya, anime ini terus menerus menggunakan format kesalah pahaman dalam usaha untuk menciptakan kelucuan. Yang mana, menurut saya membosankan. Awalnya kesalah pahaman emang lucu, tapi kalau senjatanya cuman kesalah pahaman mulu, lama-lama bosan juga. Itu sebenarnya sama kayak nonton show stand up comedy yang durasinya cuman 5 menitan, terus sepanjang set si comic pakai teknik rule of three terus, kan bosen. Jadi ketebak aja gitu mau diarahin kemana.

Tapi ketika kebosanan saya hampir berada di puncak, episode terakhir dari anime ini menyelamatkan segalanya.

Saya merasa episode terakhir anime ini benar-benar menepis kebosanan yang terjadi akibat menonton episode-episode sebelumnya. Cerita di episode terakhir tidak lagi bersumber dari kesalah pahaman, tapi perdebatan yang terjadi karena Aguri berpikir bahwa pemain game itu aneh. Mereka rela mengeluarkan uang yang sangat mahal untuk sebuah game. Aguri berpikir game-game sekarang harganya sangat mahal. Menurut saya dari premis ini justru lucu sekali. Karena saya merasa relate aja gitu. Soalnya sebagai orang yang nggak begitu suka game, saya juga sering berpikir kalau harga game itu terlalu mahal.

Udah gitu aja review saya. Kalau ada yang nggak setuju dengan pendapat saya, nggak papa, kok. Kalau bisa tulis aja pendapat kamu di comment. Meski, saya nggak begitu yakin bakal ada yang komentar juga, sih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar