Rabu, 23 Agustus 2017

Setelah Nonton N.H.K ni Youkuso [Review Anime]



Kemarin saya nonton anime jadul. Judulnya N.H.K ni Youkuso. Anime yang setelah saya cari infonya di internet, ternyata tayang pada tahun 2006. Jadul banget, kan?

Saya nemuin anime itu juga nggak sengaja. Jadi beberapa waktu yang lalu, saya pernah diajak ketemuan sama teman lama yang udah lama banget nggak ketemu. Saya kira waktu itu dia pengen ngajakin nostalgia aja. Semacam mengenang kisah-kisah masa lalu. Tapi ternyata, saya malah diajak gabung MLM.

Karena jengkel sama MLM, saya langsung meluncur ke google. Mencari tulisan-tulisan di blog-blog orang yang sebel juga sama MLM. Di tengah pencarian itu, nggak sengaja saya nemu sebuah video di Youtube. Judulnya, MASIH BELUM PERCAYA MLM PENIPU? TONTON ANIME INI. Tanpa membuang waktu saya langsung klik video itu.

Hal pertama yang terlintas di benak saya pas nonton video itu, saya bertanya-tanya, ini anime judulnya apa, ya? Saya coba scroll ke bawah siapa tahu ada orang yang ngasih info tentang judul anime itu di kolom komentar. Dan ternyata, dari kolom komentar saya benar-benar mendapatkan info tentang judul anime di video itu. Singkat cerita, saya akhirnya menonton anime yang punya nama lain Welcome to N.H.K ini.

Ngomong-ngomong kisah tentang saya yang pernah ditawari gabung MLM sama teman saya pernah saya ceritakan di SINI.
***
SINOPSIS
Bercerita tentang seorang pemuda hikikomori berusia 22 tahun bernama Sato Tatsuhiro yang berusaha lepas dari belenggu hikikomorinya.
***
Kesan saya tentang anime ini …

KELAM
Nggak tahu kenapa, menurut saya anime ini penuh dengan aura yang sangat kelam. Bukan tentang kejahatan atau pembunuhan, sih. Tapi keputusasaan. Ya, anime ini penuh dengan nuansa keputusasaan, kegagalan. Mulai dari ketipu MLM sampai dengan pengen bunuh diri. Sekali lagi, kelam!

LUCU
Tapi meski kelam, anime ini tetap mampu memancing tawa. Jadi meski kelam tapi tetap lucu. Buat yang belum tahu, ini adalah sesuatu yang disebut dengan dark/black comedy. Jadi mencari kelucuan dari sebuah tragedi.

By the way, bagian terlucu menurut saya adalah saat sang karakter utama terjebak dalam sebuah kelompok yang ingin bunuh diri di pulau terpencil. Sumpah, menurut saya bagian itu lucu banget.

KARAKTER YANG MENYEDIHKAN
Saya sangat suka dengan anime yang karakternya hanya sedikit tapi efektif. Daripada banyak tapi nggak tergali semuanya. Dan untungnya, karakter-karakter yang muncul di anime ini sukses membuat N.H.K ni Youkuso semakin terasa kelam.

Tatsuhiro Sato sang hikikomori, Nakahara Misaki yang punya kenangan masa lalu yang buruk dengan ayah tirinya, Yamazaki Kaoru otaku garis keras yang ingin membuktikan kalau dirinya bukan pecundang –meski gagal-, Kashiwa Hitomi yang berpikir kalau dunia penuh konspirasi dan pernah mencoba untuk bunuh diri, serta Kobayashi Megumi yang terjebak sangat jauh dalam bisnis MLM untuk membiayai kakaknya yang hikikomori. Mereka semua sukses membuat N.H.K ni Youkuso semakin terasa kelam.

MUSIK YANG KELAM
Semua musik yang ada di anime ini, entah itu opening, ending, atau BGMnya, menurut saya memancarkan aura kesedihan yang sangat kental. Saya suka dengan BGM di anime ini. BGM yang paling kental dengan aura kesedihan menurut saya adalah yang permainan gitar akustik terus ada suara harmonikanya.
***
Kesan lain selain kelam yang saya dapat dari anime ini adalah banyak pesan moralnya. Tapi tetap, pesan moralnya disampaikan dengan cara yang kelam. Setidaknya, ada dua pesan moral dari anime N.H.K ni Youkuso yang sampai sekarang masih nempel di otak saya.

BERDAMAI DENGAN KEADAAN
Yamazaki yang otaku parah itu sebenarnya adalah pewaris peternakan milik orang tuanya. Jadi singkatnya, kelak suatu saat peternakan milik orang tua Yamazaki akan menjadi hak dari Yamazaki. Tapi, daripada mengurus ternak, Yamazaki lebih memilih untuk mengejar passionnya di bidang perotakuan.

Yamazaki nekat merantau ke Tokyo meski nggak didukung orang tuanya. Kuliah di jurusan pembuatan game. Kemudian bersama Sato membuat sebuah galge. Semua itu semata untuk mengejar passion. Tapi apa yang diharapkan nggak berjalan sesuai rencana. Kesedihan dan kegagalan lebih dominan di dalam perjalanan hidupnya semasa di Tokyo.

Suatu saat, Yamazaki ditelpon sama ibunya. Ayahnya sakit keras dan nggak bisa lagi mengurus peternakan. Jadi, mau nggak mau ibunya minta Yamazaki untuk mengurus ternak. Karena, kalau nggak ada yang mengurus ternak, maka keluarga Yamazaki sama sekali nggak punya pendapatan. Jangankan untuk berobat ayah Yamazaki, untuk hidup sehari-hari aja nggak ada kalau ternaknya nggak jalan.

Maka, dengan berat hati Yamazaki akhirnya berdamai dengan keadaan dan balik ke kampung halamannya. Meninggalkan Tokyo serta semua passion di bidang otakunya. Dan apa yang terjadi? Di kampung, ternyata Yamazaki mendapatkan kebahagiaan. Sesuatu yang nggak pernah dia dapat pas di Tokyo.

MALAS KARENA NYAMAN
Anime ini seolah ngasih tahu saya kalau kenyamanan membuat kita merasa malas. Sato bisa hidup sebagai hikikomori, nggak kerja atau apapun karena masih diberi kiriman uang dari keluarganya. Jadi meski nggak kerja dia masih bisa hidup. Selain itu dia juga bertetangga sama Yamazaki. Jadi kalau ada apa-apa masih ada orang yang bisa diandalkan.

Ketika Sato yang hikikomori nggak dikasih kiriman uang lagi dari keluarganya dan Yamazaki pulang kampung, itu adalah bencana besar untuk Sato. Sempat berhari-hari nggak makan dan nggak tahu tentang apa yang harus dia lakukan. Tapi Sato sadar, kalau terus seperti itu, dia akan mati. Dan secara ajaib, dengan memaksakan diri dia sembuh dari hikikomorinya dan mulai bekerja.

Tuh kan. Kenyamanan membuat kita merasa malas. Sebaliknya, manusia akan mulai bergerak ketika merasa dirinya berada dalam situasi terdesak. Hmm … insting manusia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar