Minggu, 18 Juni 2017

Pengalaman Puasa Tanpa Sahur



Pernah nggak makan apa-apa selama kira-kira 24 jam? Saya sih pernah. Kemarin tepatnya. Tanggal 17 Juni 2017. Kenapa itu bisa terjadi? Apakah saya sedang mengetes ketahanan tubuh saya? Tentu tidak. Apakah saya sedang menjalankan diet OCD? Bukan juga. Alasannya sederhana sebenarnya. Ya, saya bangun kesiangan dan otomatis melewatkan makan sahur.

Dan melewatkan sahut membuat saya nggak makan apa-apa selama 24 jam. Terakhir saya makan adalah sehabis sholat magrib tanggal 16. Lalu kalau saya nggak sahur maka saya baru boleh makan sehabis sholat magrib tanggal 17. Tuh kan beneran 24 jam. Sebenarnya bisa aja sih saya memilih untuk nggak puasa di tanggal 17. Tapi kan ini udah lewat lebih dari 20 hari. Masak iya mau bolong. Rasanya eman-eman aja gitu.

Sebenarnya saya sadar kok kalau postingan ini akan jadi postingan yang nggak penting-penting amat. Yang mana seperti postingan saya yang lainnya. Tapi nggak tahu kenapa saya tetap pengen nulis tentang ini. Karena bagi saya nggak makan selama 24 jam itu prestasi, lho. Saya belum pernah mengalami itu sebelumnya. Dan tentu saya juga nggak mau mengalaminya lagi. Hehe.

Alasan lain kenapa saya menulis ini selain karena saya menganggap ini sebagai prestasi adalah karena saya berharap ada orang lain di luar sana yang melewatkan sahurnya lalu berpikir untuk nggak puasa baca tulisan ini dan kemudian meneladani perjuangan saya dalam nggak makan selama 24 jam dan kemudian memantapkan dirinya untuk tetap berpuasa. Alasan yang sangat luar biasa, kan?

Ok, daripada muter lama-lama, mending saya langsung cerita tentang bagaimana hari saya berlangsung kemarin.

06:00 Saya bangun tidur. Bangun kesiangan dan otomatis nggak sahur.

06:00-09:00 Nggak ngerasain apa-apa. Badan masih fit. Tapi tubuh sama sekali nggak beranjak dari sahur. Rasanya mager aja gitu.

09:00-12:00 Mulai lemes. Haus dan lapar? Sama sekali nggak kerasa. Cuman lemes aja. Lagi-lagi cuman bisa berbaring di atas kasur.

12:00 sholat dzuhur ke masjid dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa.

12:00-15:00 Berbaring di atas kasur dan kemudian tertidur sampai asar.

15:00 sholat asar ke masjid dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa.

15:00-16:30 berbaring di atas kasur sambil mainan hp. Buat berdiri rasanya agak sempoyongan.

16:30-16:40 mandi persiapan berangkat bukber

16:40-17:20 perjalanan ke tempat bukber. Jalanan macet banget.

17:20-17:32 ngobrol bentar sama teman tahu-tahu udah adzan magrib aja.

Jadi begitulah kira-kira apa yang saya lakukan agar kuat puasa meski nggak sahur. Memang sih banyakan berbaring di atas kasurnya. Hehe. By the way, itu bukan cara yang bagus ya. Tapi, at least itu lebih baik daripada nggak puasa, sih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar