Sabtu, 01 April 2017

Setelah Nonton Masamune-kun no Revenge [Review Anime]



“Jika kau tak tampan, berarti kau bukan manusia~”

Kalau saya ditanya tentang quote tersangar yang pernah saya dengar dari sebuah anime, mungkin kalimat di paragraf di atas adalah kalimat yang akan menjadi jawaban saya. Quote gila! Apaan coba? Kalau kamu nggak ganteng, kamu bukan manusia? Terlalu frontal. Haha.

Ah, sebenarnya di tulisan kali ini saya pengen bahas tentang anime di mana quote gila itu berasal. Ya, kali ini saya pengen bikin review tentang anime Masamune-kun no Revenge.

Masamune-kun no Revenge atau yang dalam bahasa Indonesia mungkin bisa diartikan sebagai Pembalasan dendam Masamune (?) adalah anime adaptasi dari manga dengan judul sama karangan Hazuki Takeoka yang diilustrasikan oleh Tiv. Anime bergenre romantic comedy yang memiliki 12 episode ini tayang mulai 5 Januari 2017 dan berakhir pada 23 Maret 2017.
***
SINOPSIS
Makabe Masamune, anak gendut yang sering diejek oleh gadis cantik bernama Adagaki Aki. Kesal karena selalu diejek, Masamune mulai memperbaiki dirinya agar jadi laki-laki baru yang dapat membalas perlakuan buruk Aki.
 
Setelah beberapa tahun, Masamune berhasil bertransformasi jadi laki-laki populer dengan nilai sempurna dan terampil dalam olahraga. Namun ketika Masamune mencoba masuk ke kehidupan Aki untuk melancarkan serangan balasannya, keadaan justru jadi lebih rumit.
***
KESAN MENONTON

Cukup menarik sih menurut saya. Premisnya juga unik. Tentang cowok gendut yang karena sering dibully lalu bertransformasi menjadi cowok berotot nan rupawan. Lalu pengen balas dendam sama cewek yang dulu pernah menolaknya ketika tubuhnya masih gendut.

Tapi selain karena premis yang unik, yang bikin saya tertarik untuk menonton anime ini tentu saja karena quote gila yang muncul di episode pertama dari Makabe Masamune sang karakter utama.

“Jika kau tak tampan, berarti kau bukan manusia.”
Saya cukup yakin, siapa pun yang pernah menonton anime ini, pasti quote itu menjadi salah satu quote paling nempel di kepala masing-masing.

Sebagai anime romantic comedy, anime jelas merupakan anime yang cukup ngehe. Cukup banyak sih adegan/percakapan absurd yang terjadi di anime ini. Namun sayang, sebagai anime romantic comedy, kok saya nontonnya nggak berdebar, ya? Saya nggak tahu sih ini saya yang salah apa gimana, tapi yang saya rasakan adalah emosi dari romancenya nggak tersampaikan ke saya. Jadi nggak begitu mengocok emosi.

Untuk desain karakter, saya sih suka. Karakter-karakternya enak buat ditonton. Kayaknya ini adalah salah satu nilai plus dari anime ini.

Ngomongin tentang karakter, nggak tahu kenapa saya jadi kasihan sama Fujinomiya Neko. Udah sering sakit, cintanya bertepuk sebelah tangan. Jadi pengen meluk buat nenangin.

Oh, iya. Awalnya saya agak nggak suka sama karakter Koiwai Yoshino yang nggak tahu kenapa kayak sok ikut campur urusan Makabe Masamune sama Adagaki Aki. Tapi seiring berjalannya episode, akhirnya saya paham kenapa Koiwai Yoshino suka campur. Dan alasannya adalah karena … ah, nggak enak kalau saya tulis di sini. Jadinya entar malah spoiler parah.

Untuk soundtrack, saya suka ending songnya. Sebuah lagu berjudul Elemental World yang dinyanyikan oleh Choucho. Untuk lagu openingnya, saya sih nggak begitu terkesan.

Emm … apa lagi, ya? Ah, ini aja, deh. Semoga anime ini akan ada season duanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar