Jumat, 10 Maret 2017

Paling Sangar Sak Solo



Hari ini, setelah lebih dari dua puluh tahun saya hidup di dunia ini, akhirnya saya tahu siapa orang paling sangar se-Solo. Alias wong paling sangar sak Solo.

Berawal dari tadi pagi. Karena hari ini saya libur kuliah dan nggak ada kerjaan, iseng-iseng saya membuka Facebook saya. Dan ketika saya sudah masuk ke Facebook, ada satu hal yang tiba-tiba membuat rasa penasaran saya timbul. Ya, sebuah video yang dibagikan oleh banyak teman Facebook saya yang muncul di home. Sebuah video berisi perdebatan seru yang terjadi antara beberapa polisi dengan seorang pria yang nampaknya mengabaikan peraturan lalulintas.

Karena kadung penasaran, tanpa buang waktu saya langsung membuka video itu. Dan hal pertama yang terjadi pada saya setelahnya adalah … tertawa sekeras-kerasnya. Hehe. Yang kedua adalah mbatin tentang … gila, ini orang kok berani banget, ya?

Yang pengen tahu videonya kayak apa, KLIK DI SINI.

Nggak tahu kenapa, yang terjadi di video penuh dengan pisuhan yang diucapkan dengan logat Solo yang terasa begitu kental itu bagi saya benar-benar terasa lucu. Di video yang berlatar di patung Pandawa Solo Baru itu, saya menduga kelucuan terjadi karena logat dan pisuhan semacam itu sudah nggak asing di telinga saya. Secara, saya juga warga Karisidenan Surakarta.

Kemudian, yang membuat video itu terasa lucu pasti karena kita nggak menduga kalimat demi kalimat yang akan keluar dari mulut sang pria pelanggar lalulintas (SPPL) itu. Kalimat-kalimat yang muncul dari mulutnya benar-benar membuat kita tersentak, geleng-geleng, dan kemudian tertawa sambil berkata “pekok tenan sumpah”.

Coba kita cermati kalimat demi kalimat yang diucapkan SPPL. Di awal kita sudah disambut dengan kalimat …

SPPL: Lha aku dewe we wani og ndadak wong liyo ngono lho!

Polisi 1: Kon ngeterne STNKne ngono lho.

SPPL: Reneng! Iki pite nyilih.

Dari sini kita tahu kalau SPPL nggak bawa STNK. Selain itu dia juga sepertinya nggak pakai helm.

Dan beberapa detik setelahnya …

SPPL: Bariki mulih tak amuk. Lonth*! SIM we ra nduwe, kok.

Selain nggak bawa STNK –soale pit silihan, hahaha- dan nggak pakai helm, ternyata dia juga nggak punya SIM.

Bagian seru yang terjadi setelah itu …

SPPL: Bapakku selak mulih ki lho jon. Bajing*n, og.

Polisi 2: Heh, mas. Koe ra misuh-misuh karo polisi ngono iso ora, tho?

SPPL: Bapakku selak mulih.

Polisi 2: Koe rasah misuh-misuh!

SPPL: Sak senengku, tho. (dengan santainya)

Sangar! Sumpah koe sangar tenan, mas. Hahahha. Bagian ini, saya benar-benar ngakak. Apalagi di bagian “Bapakku selak mulih ki lho jon. Bajing*n, og”. Itu kocak banget.

Bagian kocak berikutnya adalah …

SPPL: Ayo dek –ngomong sama pacarnya-, dituntun wae. Ditukokke kunci duplikat. Ayo dek, koe melu aku manut aku. Iki wong ra ndue ati e.

Boom! Hahaha. Kunci motornya disita polisi terus motornya mau dituntun terus mau dibikinin kunci duplikat. Hahaha. Cara berpkir yang sangat cerdas. Selain itu, polisinya dikatain nggak punya hati. Hadeh.

Adegan seru berikutnya adalah …

Polisi 2: Rumahmu mana, tho?

Polisi 1: Wes gen, wes gen.

Polisi 2: Rumahmu mana?

SPPL: Iki lurus, menthok nganan, ngiri.

Polisi 2: Tlobong?

SPPL: Ho,o

Polisi 2: Pas ngendi Tlobonge? RT piro? RW piro?

SPPL: Ndadak ngopo koe ndadak tekok? Tak terke neng ngomahku ayo!

Ditanya alamat detailnya jawabnya santai banget. “Ndadak ngopo koe ndadak tekok?”. Hahaha. Wong edan! Terus polisinya malah mau dianter ke rumahnya. Hahaha.

Kemudian yang terjadi adalah adegan SPPL menelepon orang. Dari adegan itu disebutkan bahwa SPPL ini mau menjemput bapaknya yang pulang umroh di embarkasi. Alasane gokil. Menjemput bapak pulang umroh. Wkakakakaka!

Kemudian bagian terakhir dan sekaligus bagian tersangar dari video itu …

SPPL: Ra nggo helm yo sak-sakku.

Polisi 2: Yo ora no. iki ning ndalan  gede aturane enek. Enek undang-undange, bro.

SPPL: Lha wes ben, tho. Lha ngopo tho koe? Wong gur helm we, lho.

Polisi 2: Lha koe yo ra nggo SIM karo STNK, ki.

SPPL: Lha ra ndue, og.

Polisi 2: Yo ojo numpak motor! Mlaku wae!

SPPL: Yo wes tak mlaku. Ora popo. TEGAR! Ayo, ayo dek.

TEGAR!!! Hahahahahaha.

Polisi 2: Wo, jenengmu tegar?

SPPL: Iyo, ra masalah. Koe nantang aku ra masalah!

Polisi 2: ra masalah?

SPPL: Ayo senggel wae piye yo?

Polisi 2: Emoh, aku gur njaluk STNKmu.

SPPL: Huuaaaa! –mengaum-. Koe nggawe aku mumet!

Udah nggak ngerti lagi saya mau komentar apa. Maksud saya, apa-apaan dengan berkata TEGAR, ngajak polisi senggel, dan kemudian mengaum? Hanya bisa geleng-geleng sambil ngakak. Haha.

Selanjutnya …

Polisi 2: Mangap-mangap koyo singo!

SPPL: Lha ngopo koe lonth* i koyo singo koe ra wani yoan we.

Hahahahahahahahaha. Di saat SPPL menyelesaikan kalimatnya, saya benar-benar nggak bisa lagi menahan diri saya tetap dalam posisinya. Saya ngakak sampai guling-guling. Saya rasa kalimat “lha ngopo koe lonth* i” adalah kalimat paling menggelegar dan gokil yang terucap dari mulut SPPL di video itu.

Nggak lama setelah itu, video itu pun berakhir. Bersamaan dengan itu, sekali lagi, akhirnya kini saya tahu siapa orang paling sangar sak Solo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar