Minggu, 05 Februari 2017

Perbedaan Sayur Lodeh Dan Sayur Bobor



Pernah makan sayur lodeh? Pernah pastinya. Kalau sayur bobor? Pastinya juga pernah, lah. Apalagi kalau kamu lahir dari keluarga Jawa, pasti kedua makanan tersebut bukan lagi menjadi sesuatu yang asing di lidah kamu. Karena nggak tahu kenapa ibu-ibu Jawa seolah senang sekali memasak kedua sayur itu untuk dihidangkan kepada keluarganya. Dan tentu saja ibu saya juga sama.

Meskipun kedua sayur tersebut sudah berulang kali berinteraksi dengan lidah dan perut saya, namun sungguh saya benar-benar baru tahu kalau ternyata sayur lodeh dan sayur bobor itu berbeda. Dulu saya pikir sayur lodeh dan sayur bobor itu sama. Jadi dalam pikiran saya sayur lodeh itu hanya sinonim dari sayur bobor dan begitu juga sebaliknya.

Jadi, selama bertahun-tahun saya hidup, dalam persepsi saya sayuran/janganan yang ada santannya itu namanya sayur bobor atau sayur lodeh. Terserah mau menyebut itu sayur lodeh atau sayur bobor karena dalam pikiran saya itu sama saja. Tergantung selera saja mau menyebutkan yang mana. Karena sekali lagi saya pikir itu cuma sinonim.

Namun, setelah hidup bertahun-tahun dengan persepsi bahwa sayur lodeh dan sayur bobor itu sama, akhirnya saya mulai berpikir kok ada yang aneh, ya. Maksud saya, kalau memang sayur lodeh dan sayur bobor itu sama, kenapa harus ada dua nama? Kenapa harus ada dua nama untuk makanan yang sebenarnya sama saja? Kemudian saya berpikir, jangan-jangan sayur bobor dan sayur lodeh itu sebenarnya berbeda.

Berbekal rasa penasaran yang begitu besar, saya pun nekat untuk bertanya kepada orang-orang terdekat tentang perbedaan antara sayur lodeh dan sayur bobor. Saya pengen tahu di mana letak perbedaan kedua sayur tersebut. Apakah memang benar-benar berbeda? Atau justru seperti dugaan saya yang ternyata sama  saja? Dan ini dia jawaban yang saya terima …

Mbak Restu
“Bobor pakai kencur. Kalau lodeh enggak.”

Budhe Rus

“Bobor pakai kencur nggak pakai cabai. Kalau lodeh pakai cabai nggak pakai kencur.”


Budhe Siti
“Bahan yang disayur beda. Bobor itu pakai bayam, mbayung, atau daun kelor. Kalau lodeh biasanya campuran potongan terong, jepan, dong so, dan lain-lain.”


Bulik Mamik
“Pokoknya intinya kalau lodeh itu pedes kalau bobor itu enggak.”


Mbak Ayik
“Kalau lodeh itu dikasih cabai. Kalau bobor enggak.”


Mbak Kembar
“Lodeh itu pakai cabai bobor enggak. Selain itu, lodeh bumbunya digongso/ditumis kalau bobor bumbunya mentah.”

Hmm … dari jawaban-jawaban yang saya dapatkan, sepertinya saya mulai mendapatkan pencerahan. Ternyata sayur lodeh dan sayur bobor itu memang berbeda. Meski sama-sama pakai santan, nyatanya kedua sayur ini bukanlah sayur yang sama.

Dari jawaban-jawaban yang saya dapatkan pula, setidaknya saya menyimpulkan ada tiga hal yang membuat sayur lodeh dan sayur bobor ini berbeda.

1. Cabai
Sayur lodeh menyertakan cabai ke dalam komposisinya. Sementara bobor tidak. Jadi itu berarti lodeh lebih pedas dari bobor.

2. Bahan-bahannya
Bahan-bahan untuk membuat bobor biasanya adalah daun-daunan seperti daun bayam, godong adas (saya tidak tahu bahasa Indonesianya apa), atau godong mbayung (lagi-lagi saya tidak tahu bahasa Indonesianya apa). Sementara, bahan-bahan untuk membuat sayur lodeh biasanya adalah potongan dari kacang panjang, kluweh, terong, jepan, dll.

Jadi kalau dilihat dari bahannya, sebenarnya lodeh ini mirip seperti sayur asem. Bedanya kalau sayur asem nggak pakai santan dan ada buah asamnya sementara sayur lodeh pakai santan.

3. Cara Pembuatannya
Sayur lodeh bumbunya setelah diulek digongso/ditumis terlebih dahulu kemudian baru direbus. Kalau sayur bobor bumbunya setelah diulek langsung direbus begitu saja.

Akhirnya, saya paham juga perbedaan antara sayur lodeh dan juga sayur bobor. Untuk melihat perbedaan penampakan dari kedua sayur tersebut, bisa lihat gambar di bawah.  
 
Sayur Lodeh
Sayur Bobor

2 komentar:

  1. Lembayung itu daun kacang panjang, kak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oalah. saya malah baru tau. hehe. maklum, kurang mendalami dunia persayuran

      Hapus