Sabtu, 12 November 2016

Majelis Tawa Mini Show 2, Pertunjukan Yang Gila!



Tahun ini, ada tiga pertunjukan stand up comedy yang saya saksikan secara langsung. Yang pertama adalah show bertajuk Stand Up Comedy Smansa Surakarta Surakarta 2016, sebuah hajatan milik OSIS SMA 1 Solo yang menghadirkan Kemal dan Abdur sebagai bintang tamu. Kemudian di bulan Agustus saya pergi jauh-jauh ke Jogja untuk menjadi bagian dari show bersejarah milik Pandji Pragiwaksono yang berjudul Juru Bicara World Tour. Lalu dua bulan yang lalu saya menyempatkan diri untuk menonton pertunjukan bertajuk Men Of Honour.

Selalu ada satu pertanyaan yang selalu sama yang entah kenapa selalu hadir di benak saya pasca menyaksikan ketiga show tersebut. Dan pertanyaan tersebut adalah … “kira-kira saya masih bisa nggak ya tampil lagi di show stand up comedy kayak gitu?”

Saya sadar itu adalah pertanyaan yang sedikit gila. Dan membayangkan hal tersebut benar-benar terwujud rasanya menjadi sesuatu yang tak kalah gila dari itu. Tapi anehnya berawal dari ide gila, seperti mimpi dua hari yang lalu tanggal 10 November 2016 bertepatan dengan Hari Pahlawan saya akhirnya bisa benar-benar kembali berdiri di panggung show stand up comedy lagi. Di sebuah acara bertajuk Majelis Tawa Mini Show 2, acara yang bagi saya juga sangat-sangat gila.

Banyaknya kata gila di paragraf sebelumnya bukan tanpa alasan. Saya sengaja meletakkan banyak kata gila karena semua itu memang terasa sangat gila. Mulai dari ide show itu sendiri, persiapan saya untuk show ini, hingga penampilan saya di atas panggung. Saya merasa semua itu benar-benar gila.

Dari ide show dulu. Kenapa saya menyebut itu gila? Alasannya adalah karena di tahun ini, sebenenarnya komunitas tempat saya bernaung, Stand Up Comedy Kampus UMS tidak pernah benar-benar aktif. Bahkan bisa dibilang mati suri. Karena seingat saya komunitas kami terakhir kali melakukan open mic adalah di bulan November tahun lalu. Benar-benar mati suri, kan?

Sebenarnya di sekitar pertengahan tahun ini sempat ada wacana untuk kembali menghidupkan komunitas dengan cara aktif menggelar open mic lagi. Namun sayangnya wacana itu hilang dan menguap begitu saja. Hingga akhirnya wacana itu tetap bertahan sebagai wacana saja. Tidak lebih dari itu.

Lalu pada tanggal 17 September 2016, atau tepatnya setahun setelah komunitas kami menggelar show stand up bertajuk Majelis Tawa Mini Show saya mengupload gambar pamflet show tersebut di Instagram saya. Foto itu akhirnya diramaikan dengan comment oleh anggota-anggota komunitas yang lain. Berawal dari comment-comment itu lahirlah ide untuk membuat show lagi. Majelis Tawa Mini Show 2. Pertunjukan yang bisa juga dibilang sebagai pertanda bahwa komunitas kami telah bangun dari tidur panjangnya. Gila!

Setelah ide, pembahasan beralih ke persiapan saya yang menurut saya sendiri cukup gila. Persiapan yang gila bukan berarti saya mempersiapkan itu dengan mati-matian. Karena makna sesungguhnya justru adalah kebalikan dari itu. Ya, persiapan saya benar-benar minim.

Selama tahun 2016 ini, terhitung saya hanya dua kali open mic. Yang pertama adalah pada akhir April di open mic rutinnya komunitas Stand Up Solo. Yang kedua di akhir Oktober ketika komunitas kami mulai bersiap untuk acara Majelis Tawa Mini Show 2. Dua kali open mic dalam setahun dan kemudian nekat tampil dalam sebuah show. Gila!

Lalu tentang penampilan saya sendiri, saya merasa itu juga cukup gila. Mulai dari materi yang saya bawakan hingga perasaan yang seolah mengatakan bahwa ternyata saya masih bisa melakukannya meski persiapan saya sangat minim, semua benar-benar terasa gila. 

Soal penampilan, saya mungkin memang belum tentu menjadi yang terlucu malam itu. Tapi untuk kategori yang tergila, saya rasa itu jatuh pada saya. Dan mungkin penonton pun pasti akan berpikir demikian. Ingat sekali bukan terlucu. Tapi tergila!
 
Minum dari sepatu. Bukti bahwa saya cukup gila malam itu!
Oh, iya. Hampir lupa. Saya ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk sponsor yang mendukung acara komunitas kami. Dan untuk penonton yang hadir, saya agak bingung bagaimana saya harus mengucapkannya. Karena saya yakin sekedar kata terimakasih saja tidak akan pernah cukup untuk itu.
Setelah Pertunjukan berakhir dan berfoto bersama penonton.
Setelah show itu berakhir, lagi-lagi ada satu pertanyaan yang muncul di benak saya. Dan pertanyaan tersebut adalah … “kira-kira saya masih bisa nggak ya tampil lagi di show stand up comedy kayak gitu?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar