Senin, 10 Oktober 2016

Setelah Nonton Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru! [Review Anime]



Jika waktu bisa diputar kembali, saya ingin kembali ke periode itu. Mundur satu langkah dari tahap kehidupan yang saya lalui saat ini. Sebuah tahap kehidupan di mana saat itu saya tak mengenal apa itu titip absen, IPK, dan yang lebih menyenangkan adalah … saya tak mengenal apa itu yang disebut dengan tugas dari dosen.

Ya, tepat. Jika waktu bisa diputar kembali, saya ingin kembali ke masa SMA. Kemudian mencoba memperbaiki semuanya. Atau setidaknya, mencoba menaburkan sedikit warna pada kehidupan SMA saya yang biasa saja.

Dengan cara? Mungkin dengan bergabung dengan sebuah ekstrakulikuler/klub. *Eh?

Hah … dramatis banget ya intro postingan kali ini. Padahal cuma mau review anime doang. Hehe. Tapi memang anime yang mau saya review kali ini membuat saya sedikit menyesali masa-masa SMA saya. Kemudian saya berpikir jika saja waktu itu saya ikut dalam sebuah ekstrakulikuer/klub, bukan tidak mungkin kehidupan SMA saya akan sedikit lebih seru. Dan anime itu adalah … Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru!

Ok, sebelum saya melangkah lebih jauh saya akan terlebih dahulu memberikan sedikit info dasar tentang anime ini.

Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru! Atau yang biasa disingkat menjadi Konobi adalah sebuah anime adaptasi dari manga berjudul sama karangan Imigi Muru. Anime bergenre romantic comedy ini mulai tayang pada 8 Juli 2016 dan berakhir pada 23 September di tahun yang sama.
***
SINOPSIS
Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru! bercerita tentang klub seni. Anggota klub itu adalah Uchimaki Subadrun, seorang yang mahir menggambar wajah, tapi dia hanya ingin menggambar waifu 2D. Collette, gadis pengacau yang tak pernah berhenti mengganggu. Ketua klub, yang kerjaannya hanya tidur saja. Dan terakhir Usami Mizuki, satu-satunya anggota klub yang benar-benar ingin melakukan kegiatan klub dan selalu berjuang untuk melakukannya.
***
PREMIS
Sebuah cerita nggak akan menarik kalau premis atau ide utamanya nggak menarik. Karena premis adalah pondasi dari segalanya. Dan menurut saya Konobi memiliki premis yang cukup menarik. Tentang klub seni yang isinya orang-orang nggak beres. Dari premis awal itu, kelucuan-kelucuan ditimbulkan.

KESAN MENONTON
Cukup menyenangkan. Sebagai anime comedy, menurut saja lucunya dapet. Terus romancenya juga dapet. Walaupun pas adegan romance pasti endingnya comedy juga, sih. Pokoknya tidak mengecewakan, lah.

KARAKTER
Karakter-karakter yang ada di anime ini seolah saling bahu-membahu mendukung untuk bersama-sama menimbulkan kelucuan. Mulai dari Uchimaki Subaru yang pengennya cuman menggambar waifu, Usami Mizuki yang sebenernya suka sama Subaru tapi seolah bertepuk sebelah tangak, Ketua Klub tukang tidur, guru pembimbing yang grogian, Colette sang pengacau, terus ada cewek otaku garis keras –lupa namanya- yang deket sama Subaru sampai akhirnya bikin Usami cemburu, terus ada cucunya guru tua yang polos dan imut bernama Moeka. Ya, dari kombinasi karakter-karakter ini kelucuan tercipta.


Kalau ditanya siapa karakter favorit, mungkin Colette. Kenapa? Soalnya dia lucu. Udah gitu aja, sih. Atau mungkin juga Moeka. Kenapa? Soalnya dia kawaii. Udah gitu aja.

MUSIK
BGMnya bagus. Enak aja dengerinnya. Kalau opening sama endingnya ... saya lupa lagunya kayak gimana. hehe. Dengan kata lain, lagunya nggak begitu nempel di kuping dan ingatan saya.

GAMBAR
Mungkin kalau orang lain nyebutnya graphic dan art kali, ya. Menurut saya graphic dari anime ini biasa aja. Bukan berarti jelek. Biasa aja itu maksudnya enggak istimewa. Tapi tetap enak buat ditonton. Nah, yang penting kan itu. Enak buat ditonton. Tapi kalau artnya lumayan bagus.

PESAN MORAL
Kalau ingin kehidupan SMA kamu berjalan dengan sedikit menarik, kenapa enggak coba untuk gabung dengan sebuah ekstrakulikuler?


APA LAGI, YA?
Oh, ini. Anime ini recommended alias saya rekomendasikan bagi kamu terutama yang lagi banyak beban dan pengen meredakan itu dengan cara tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar