Senin, 19 September 2016

Setelah Nonton Kimi no Na Wa/Your Name [Review Anime]



Kamu pernah bermimpi? Di mana di dalam mimpi itu semua terasa aneh. Bukan aneh sih sebenarnya. Hanya saja, mimpi itu terasa begitu nyata. Atau bahkan sebuah mimpi yang membuat kamu ragu dan berpikir tentang mana yang lebih tepat. Mimpi yang terasa begitu nyata? Atau kenyataan yang terasa seperti mimpi?

Kamu pernah bermimpi? Bertemu dengan seseorang yang kamu nggak kenal. Dan tanpa kamu pahami, ketika kamu sadar kamu sudah jatuh cinta dengannya. Dengan seseorang yang hanya bisa kamu lihat di dalam mimpi. Seseorang yang bahkan nggak kamu ketahui namanya. Seseorang yang bahkan mungkin saja nggak nyata dan nggak benar-benar ada. Ya, hanya di dalam mimpi.

Kamu pernah bermimpi? Mimpi tentang hal-hal yang saya sebutkan di dua paragraf di atas? Kalau saya sih pernah. Kalau penasaran tentang bagaimana mimpi itu bercerita, pernah saya post juga di blog ini, kok. Klik aja DI SINI untuk membacanya.  

Lah, kok malah promosi postingan lawas? Padahal intronya udah keren gitu, lho. Hehe.

Ok, kita serius lagi. Sebenarnya saya dari tadi menulis tentang mimpi-mimpi gitu karena kali ini saya akan membahas tentang film anime yang baru saja saya tonton. Biar agak berhubungan dikit gitu intro postingan ini yang tentang mimpi-mimpi sama anime yang mau saya review kali ini. Dan judul dari anime itu adalah Kimi no Na Wa.

Informasi dasar tentang anime ini …

Kimi no Na Wa  (君の名)  atau yang dalam Bahasa Inggris juga dikenal sebagai Your Name adalah film anime karya Makoto Shinkai. Rilis pada tanggal 3 Juli 2016 di Anime Expo. Dan rilis secara nasional di Jepang tanggal 26 Agustus 2016.
***
SINOPSIS

Mengisahkan dua orang remaja yang lahir dan hidup di tempat yang berbeda. Mitsuha adalah seorang gadis SMA yang tinggal di daerah pedesaan di pegunungan. Ayahnya yang jarang pulang ke rumah membuat Mitsuha hanya hidup bersama nenek dan adiknya yang masih SD. Mitsuha sering berkeinginan untuk pergi ke Tokyo, karena bosan hidup di pedesaan. Sementara itu, Taki adalah seorang siswa SMA di kota Tokyo. Dalam kesehariannya, ia menghabiskan waktu untuk bermain dengan teman-temannya dan bekerja paruh waktu di restoran Italia. Dia juga tertarik dengan kesenian dan arsitektur.
 
Suatu hari mereka mengalami pengalaman aneh di mana Mitsuha bermimpi dirinya menjadi seorang laki-laki. Dan sebaliknya, Taki bermimpi dirinya menjadi perempuan yang tinggal di daerah pegunungan yang tak perah ia datangi.
***
JALAN CERITA
Tentang poin jalan cerita, saya nggak mau menulis tentang bagaimana cerita itu berjalan. Kenapa? Soalnya spoiler. Kasian yang belum nonton. Entar nggak penasaran lagi. Lalu apa yang akan saya tulis? Ah, saya tahu. Saya akan membandingkan saja dengan karya dari Makoto Shinkai lain yang sempat saya tonton. Saya akan bandingkan Kimi no Na Wa dengan 5cm per Second.

Jujur saja jika saya ditanya tentang mana yang lebih menarik bagi saya di antara dua anime tersebut, tentu tanpa ragu saya akan menyebut nama Kimi no Na Wa. Kenapa? Karena entah kenapa bagi saya 5cm per second sama sekali nggak ada gregetnya. Membosankan dan justru malah bikin capek. Dan pas nonton nggak jarang saya sering berharap supaya filmya cepet-cepet selesai aja.

Berbekal pengalaman buruk waktu menonton karya Makoto Shinkai sebelumnya, jujur awalnya agak pesimis juga sama film Kimi no Na Wa. Tapi ternyata ketika menit demi menit mulai berjalan dan gambar-gambar bergerak itu mulai banyak bercerita, saya mulai sadar bahwa anggapan awal saya keliru.

Saya hanyut dalam cerita. Ikut merasakan emosi para karakternya. Ada banyak perasaan yang muncul di benak saya saat menyaksikan anime itu. Mulai dari deg-degan, penasaran, dan lain sebagainya.

Jadi menurut saya jalan cerita dari anime Kimi no Na Wa sangat menarik. Udah itu aja sih intinya.

PREMIS
Sebuah cerita nggak akan menarik kalau premis atau ide utamanya nggak menarik. Karena premis adalah pondasi dari segalanya. Dan menurut saya Kimi no Na Wa memiliki premis yang sangat menarik. Tentang kisah cinta dua anak manusia yang sama sekali nggak saling kenal. Nggak pernah ketemu. Bahkan namanya pun tak tahu. Satu hal yang akhirnya menyatukan mereka adalah sebuah mimpi aneh nan misterius.

Ok, sejauh ini review ini belum menunjukkan tanda-tanda spoiler, kan? Malah yang belum nonton tambah penasaran, kan? Hehe.

GAMBARNYA KEREN
Sebenarnya istilah yang tepat itu apa, sih? Art kali, ya? Tapi daripada salah mending kita pakai cara yang gampang aja lah. Kita sepakati bersama untuk menyebut itu sebagai gambar aja.


Jika ada satu hal yang menurut saya keren dari 5cm per second yang menurut saya secara keseluruhan membosankan, saya akan menyebut gambarnya. Ya, gambarnya keren banget. Nggak cuma gambarnya yang keren. Tapi pengambilan gambarnya juga keren. Pergantian gambar satu ke gambar lainnya gitu maksudnya. Keren lah pokoknya.

Nah, sepertinya di dalam film Kimi no Na Wa ini Makoto Shinkai sukses mempertahankan standar kekerenan gambar dari filmnya yang sebelumnya. Jadi nggak cuma punya cerita yang menarik, gambarnya pun juga keren.

MUSIK
Kalau ada yang berani bilang kalau lagu-lagu soundtrack dari film Kimi no Na Wa nggak bagus, mungkin dia gila. Ah, atau seenggaknya mungkin dia adalah pecinta musik dangdut koplo atau musik melayu yang tentu saja nggak akan mengerti tentang betapa kerennya lagu-lagu yang menjadi soundtrack anime ini.

Semua soundtrack di anime ini adalah lagu-lagu dari band bernama Radwimps. Dan sepertinya pendapat bahwa lagu-lagunya Radwimps di anime ini keren itu bukan hanya pendapat pribadi saya saja. Ada buktinya, kok.

Buktinya adalah di tangga lagu Billboard Japan untuk tanggal 12 September 2016, di posisi 10 besar bertengger dengan gagah 4 lagu dari Radwimps yang menjadi soundtrack dari anime ini. Keren, kan? Itu artinya pendapat pribadi saya bahwa lagu-lagu di anime ini keren ternyata diakui secara nasional oleh penduduk Jepang. Hehe.

Oh, iya. By the way, pas saya lagi nulis artikel ini, saya juga lagi dengerin lagunya Radwimps, lho.

KESIMPULAN
Kimi no Na Wa adalah anime yang sangat keren. Dari cerita, karakter, gambar, dan bahkan musik semuanya keren menurut saya. Sekali lagi, seenggaknya itu kesimpulan menurut saya. Kalau ada yang beda pendapat ya nggak papa.


PESAN MORAL
Buat yang jomblo, cepetan tidur sana. Siapa tahu kamu mendapat mimpi aneh nan misterius. Kan lumayan. Bisa dapat pacar.

APA LAGI, YA?
Oh, iya. Terakhir cuma mau bilang kalau anime ini recommended alias aku rekomendasikan untuk kamu tonton. 

8 komentar:

  1. jomlo endas mu anime ini bikin terhanyut tau

    BalasHapus
  2. saya sangat suka filem ini karena . saya pernah alami mimpi hampir sama sperti dalam filem ini sekitar 3x atau 4x namun saya tidak bisa mengingat nmanya

    BalasHapus
  3. Mantap gan, w jga ska lagu kimi no nawa yg nma lagu.a Nandemonaiya, irama lagu.a bkin galaw :3.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo saya sukanya Zen Zen Zense. Selera umum sih kayaknya. hehe

      Hapus