Sabtu, 09 Juli 2016

Apa Yang Aku Pelajari Di Lebaran Tahun Ini



Setuju nggak sih kalau aku bilang bahwa belajar itu bisa di mana aja? Kayaknya semua setuju, deh. Karena pada kenyataannya kita memang bisa belajar di mana aja. Hanya dengan mengamati apa yang terjadi di sekitar kita, kita bisa paham tentang banyak hal baru. Yang kayak gitu juga disebut belajar, kan?

Dan di Idul Fitri tahun ini, aku belajar tentang beberapa hal. Atau sebenarnya bukan belajar, sih. Hanya seperti akhirnya menyadari beberapa hal. Bukan hal penting memang. Bukan juga berasal dari pengamatan serius. Hanya beberapa hal yang secara nggak sengaja terjadi padaku atau di sekitarku di suasana Idul Fitri tahun ini.

Sekali lagi, ini memang bukan hal penting. Tapi rasanya tetap aja mengganjal di hati. Dan seperti kata orang-orang, kalau punya uneg-uneg atau kerasahan ya diungkapkan aja. Jangan dipendam sendiri. Maka dari itu, meski sekali lagi ini nggak penting, aku tetap akan menuliskan itu di sini.

Dan ini dia hal-hal yang akhirnya aku sadari di Idul Fitri tahun ini …

TENTANG IBU-IBU
Lebaran itu pasti identik banget sama yang namanya bersilaturahmi, kan. Dan saat proses silaturahmi itu, satu hal yang nggak mungkin terhindarkan adalah pertemuan antara dua ibu-ibu atau lebih. Sesuatu yang baru aku sadari ketika ibu-ibu itu saling berjumpa adalah biasanya mereka saling menyombongkan sesuatu.

Objek yang disombongkan pun beragam. Mulai dari prestasi anaknya, pencapaian suami, sampai kemampuan khusus binatang peliharannya. Pokoknya macam-macam, lah. Tapi kayaknya nggak semua ibu-ibu kayak gitu, ya. Tapi sebenarnya aku juga agak ragu apakah mereka beneran bermaksud sombong. Kan bisa aja mereka itu sebenarnya lagi berbagi kebahagian tentang beberapa hal itu. Bisa aja, kan? Dan karena ini masih dalam momen Idul Fitri, anggap aja begitu. Khusnodzon istilahnya.

TENTANG SEPUPU YANG LAMA NGGAK KETEMU
Kalau lebaran itu biasanya ke mana, sih? Lapangan Sholat Ied. Ok, setelah itu? Tempat paling populer untuk dikunjungi di hari Lebaran setelah lapangan untuk Sholat Ied tentu saja adalah rumah eyang. Nggak terbantahkan. Memangnya siapa sih yang nggak kayak gitu?

Dan ketika berada di rumah eyang, hal terwajar ketiga setelah minta maaf dan makan ketupat adalah bertemu sepupu. Aku baru menyadari bahwa ternyata ngobrol sama sepupu yang udah lama nggak ketemu itu susah banget. Kayak bingung aja gitu mau ngobrol apaan. Apalagi kalau sepupu itu lawan jenis dan kita punya beberapa persen rasa ke dia. Canggung!

TENTANG PASANGAN SEPUPU
Kalau yang tadi tentang sepupu, maka yang ini tentang pasangan sepupu. Bisa suami atau istri dari sepupu kita. Jika ngobrol sama sepupu yang lama nggak ketemu itu susah, aku kasih tahu kalau ngobrol sama pasangannya sepupu itu jauh lebih susah.

Karena kalau sama sepupu itu kita masih bisa ngeraba tentang apa yang mau diobrolin. Atau seenggaknya ya basa-basi aja kayak tanya kapan sampai dan lain sebagainya. Hal yang sama nggak bisa diterapkan ke pasangan sepupu. Karena dari awal kita sama sekali nggak pernah ketemu sama pasangan sepupu. Ketemu sih mungkin pernah. Tapi pas acara pernikahannya dan itu pun pasti nggak ngobrol sama sekali.

TENTANG HALAL BI HALAL
Ada yang bilang kalau Halal Bi Halal fungsinya adalah membuat yang kenal semakin akrab dan membuat yang belum kenal jadi kenal. Tapi apa benar begitu? Kemarin aku pergi ke acara halal bi halal keluarga besar dan saat itu aku menyadari satu hal. Bahwa, meski fungsi aslinya harusnya begitu, tapi pada kenyataannya kita hanya akan berbicara sama orang yang kita kenal.

Udah itu aja sih yang bisa aku tulis kali ini. Tentang poin-poin di atas, emang nggak mutlak benar, sih. Tapi kenyataannya bagaimana pun juga itu adalah apa yang aku rasakan dan pelajari. Dan nggak menutup kemungkinan bisa aja kalian merasakan hal yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar