Senin, 27 Juni 2016

Setelah Nonton Mayoiga [Review Anime]



Pernah nggak sih mikir buat lari dari kenyataan? Meninggalkan kehidupan yang penuh masalah dan luka. Kemudian memulai semuanya dari awal. Kalau itu beneran bisa terjadi, mungkin aku mau. Lagipula, apa salahnya? Untuk apa bertahan di kehidupan ini jika rasanya memuakkan?

Gila! Intronya mencekam gitu, ya. Tapi nggak papa. Anggap aja itu sebagai proses menyesuaikan diri dengan apa yang akan aku bahas di artikel kali ini. Karena kali ini, aku pengen memberikan kesan-kesan setelah menonton anime Mayoiga. Sebuah anime yang –kayaknya- juga mencekam. Iya, kayaknya sih gitu.

Jadi di artikel kali ini aku bakal ngeriview anime? Ah, bisa dibilang begitu. Tapi jangan berharap isi artikel ini akan kayak review keren dari blog-blog lainnya. Soalnya ini cuman … sok-sokan review. Jadi selamat menikmati tulisan berisi review anime dari orang sok-sokan dengan cara awur-awuran.

Ah, sebelum melangkah lebih jauh, aku pengen ngasih info dasar mengenai anime Mayoiga dulu. Jadi Mayoiga (迷家-マヨイ)  adalah anime yang tidak diadaptasi dari apapun alias original. Anime bergenre misteri ini mulai tayang pada 1 April 2016 dan berakhir pada 18 Juni 2016. Dalam bahasa Inggris, judulnya dikenal sebagai The Lost Village. Atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti Desa Yang Hilang. Dan dalam Bahasa Jawa artinya Deso Ingkang Ical. Lalu dalam bahasa Swahili … emm, aku nggak tahu.
***
SIPNOSIS
Anime Mayoiga menceritakan tentang perjalanan Tur sebuah grup yang terdiri dari 30 orang laki-laki dan perempuan muda. Mereka, masing-masing menyimpan harapan dan luka di hati mereka sendiri. Tujuan tur mereka adalah sebuah desa yang disebut Nanakimura, yaitu sebuah desa yang gelap dan memiliki kisah urban Legend.

Dalam Nanakimura, seseorang dapat menjalani keberadaan utopis, bebas dari hambatan dunia atau itu lah yang dikabarkan, seperti legenda perkotaan. “Dalam keputusasaan atas dunia nyata dan ingin melarikan diri dari kehidupan sehari-hari yang membosankan atau ingin memulai hidup dari awal.
***
Penilaianku tentang anime ini …

JALAN CERITA
Sebuah bus berisi 30 orang yang bermasalah dengan masa lalu dan memiliki luka di hati berangkat menuju sebuah desa bernama Nanaki untuk memulai hidup yang baru dan melupakan semua masalah mereka.

Tapi ketika mereka sampai di Desa Nanaki, berbagai keanehan terjadi. Mulai dari orang yang hilang sampai adanya monster yang menghantui mereka. Tapi monster yang dilihat satu orang dan orang lainnya berbeda. Karena monster itu adalah perwujutan dari luka di hati mereka. Dan nama monster itu adalah … NANAKI.

Udah segitu aja. Entar malah spoiler lagi. Biar yang belum nonton tetep penasaran.

REAKSI MENONTON
Meski di blog-blog lain banyak yang bilang anime ini mengecewakan dan komentar-komentar jelek lainnya, tapi sebagai anime misteri, jujur aku sering dibuat deg-degan sama penasaran. Udah gitu aja.

KARAKTER FAVORIT
Nggak ada. Kebanyakan karakter di anime ini sering nyalahin orang lain. Meski gitu, aku agak suka sama suaranya Nyanta. Agak suka juga sama si Nanko. Dan di akhir, aku juga agak bersimpati sama yang rapper –lupa namanya- itu.

Kalau aku nggak punya karakter yang benar-benar jadi karakter favoritku, aku justru punya karakter yang nggak aku sukai. Siapa? Duo pasangan kekasih alay Manbe dan Pii-tan. Tapi kenapa aku benci mereka, ya? Efek jomblo? Mungkin aja.

MUSIK
Untuk opening songnya, keren sih. Meski aku nggak tahu itu judul lagu dan yang nyanyi siapa. Tapi, beneran keren, kok. Untuk ending songnya, biasa aja, sih. Bukan berarti jelek. Cuman nggak tertarik aja.

Kalau soal BGM, lumayan lah bisa bikin adegan-adegan di anime ini jadi makin kerasa deg-degan.

BIKIN INGAT ANOTHER
Aku yakin hampir semua orang awalnya berharap menonton Mayoiga akan mengingatkan kita kepada sensasi ketika menyaksikan Another. Ya, hampir semua orang. Atau, jangan-jangan cuma aku aja?

Ada beberapa hal yang ngebuat menonton Mayoiga jadi ingat sama Another. Kesan kelam dan misterius. Lalu yang paling bikin ingat sama Another adalah saat preview episode berikutnya yang ada di bagian akhir anime. Mirip previewnya Another, kan?

INI BUKAN ANOTHER
Dan kayaknya ini adalah sumber dari kekecewaan banyak orang yang menonton anime ini. Kenapa? Karena Mayoiga bukanlah Another.

Sebenarnya, agak nggak adil juga sih kalau mau membandingkan antara Mayoiga sama Another. Maksudku, Another itu kan legend banget. Membandingkan Another sama Mayoiga itu sama kayak membandingkan skill naik motor antara Valentino Rossi sama Boy Anak Jalanan.

PESAN MORAL
Kayaknya anime ini pengen banget bilang sama kita yang kayak …

“Eh, ngapain sih pakai acara melarikan diri dari kenyataan segala? Kalau punya masalah ya hadapin aja. Jangan kabur, dong. Karena ketika kamu melarikan diri belum tentu itu akan menyelesaikan segalanya. Dan bayang-bayang tentang masa lalu itu nggak akan hilang hanya dengan melarikan diri, kok. Itu hanya akan hilang ketika kita mau berdamai dengan diri sendiri. Dan kayaknya kamu harus ingat sama ucapan klise ini, Tuhan nggak akan memberi cobaan yang diluar kemampuan hambanya.”   

NILAI
Anime itu yang bikin susah. Nggak semudah bikin nasi goreng. Jadi kayaknya nggak etis juga sih kalau mau kasih nilai dalam bentuk angka.

2 komentar:

  1. nih di awal awal bagus. di pertengahan sampai ending nih anime story ny udah jelek dan sangat boring di ikutin.

    BalasHapus