Jumat, 08 April 2016

Tentang Mimpi Semalam



Aku rasa itu adalah waktu terbaik dari sekian banyak waktu yang pernah terbuang di dalam hidupku. Ketika kita berdua larut dalam obrolan itu. Ya, hanya aku dan kamu. Seorang gadis dengan kulit putih dan rambut hitam lurus yang panjangnya sekitar 5 atau 10 cm dari bahu. Seorang gadis dengan senyum termanis yang pernah kutemui .

Obrolan itu, mungkin adalah obrolan paling menyenangkan yang pernah terjadi sepanjang hidupku. Ketika kita menunggu pertunjukkan itu dimulai dan saling berbicara tentang sesuatu yang sama-sama kita cintai. Stand up comedy.

Ya, aku tidak akan pernah melupakan momen itu. Bayang-bayang wajahmu yang berseri ketika kamu bercerita banyak hal tentang stand up comedy, wajah serius kamu ketika aku mulai mengungkapkan pandanganku tentang stand up comedy, aku tak kan pernah bisa melupannya. Sebuah kenangan yang akan terus bertahan di dalam hidupku.

Tahukah kamu? Satu hal yang selalu kuinginkan ketika aku berbicara denganmu adalah … aku hanya berharap semoga obrolan itu tak pernah berakhir. Karena hanya pada saat itu mata kita bisa saling bertemu. Dan lebih dari itu, hanya pada saat itu aku bisa memastikan bahwa senyumanmu hanya tertuju padaku.

Aku menghela napas. Sekedar untuk melepaskan sedikit bebanku.

Sebenarnya, aku tidak benar-benar tahu bagaimana obrolan itu bisa terjadi. Bahkan aku tidak tahu bagaimana obrolan itu tiba-tiba bisa berakhir. Lebih jauh dari itu, bahkan aku tidak tahu siapa namamu. Karena ketika aku mulai menyadari semuanya, aku telah terbangun dari tidurku. Sebelum kamu sempat menyebut namamu.

Ya, obrolan itu memang tidak nyata. Tak lebih dari sebuah mimpi yang hanya berfungsi sebagai penghias tidurku. Namun tetap saja bagiku itu terasa sangat nyata. Bukan hanya tentang obrolan itu, tapi juga perasaan itu. Perasaan bahagia ketika obrolan itu berlangsung, perasaan takut dan berpikir apakah ucapanku salah ketika kamu tak merespon perkataanku, dan perasaan aneh ketika senyuman itu mengembang … semua terasa begitu nyata untukku.

Perasaan itu … bukankah yang seperti itu adalah sesuatu yang biasa disebut orang-orang dengan cinta?

Ah, aku tahu ini memang terdengar konyol. Jatuh cinta dengan seseorang yang bahkan tak kuketahui namanya. Ah, maksudku seorang gadis yang hanya kutemui di dalam mimpiku. Yang bahkan aku tidak bisa memastikan apakah gadis itu benar-benar nyata.

Jika ini adalah drama korea atau shoujo manga, mungkin beberapa hari lagi aku akan bertemu denganmu di kehidupan nyata. Sebuah pertemuan romantis seperti yang biasa tergambar di dalam drama. Seperti tabrakan di koridor kampus atau secara tidak sengaja tangan kita bersentuhan ketika mengambil gorengan di warung HIK atau situasi romantis lainnya. Dan kemudian benih cinta akan tumbuh dan semua akan berakhir bahagia. Jika ini adalah drama Korea atau shoujo manga.

Namun hidup bukanlah drama korea atau shoujo manga. Mungkin selamanya kamu hanya akan menjadi gadis tanpa nama yang hanya akan muncul di dalam mimpiku. Jika itu yang terjadi, maka malam ini ketika aku terlelap aku hanya berharap bisa bertemu lagi denganmu. Lalu berbicara banyak hal tentang stand up comedy yang kita cintai. Dan kemudian aku berharap agar mimpi itu abadi, tak masalah jika itu berarti aku tidak akan pernah terbangun dari tidurku lagi.

2 komentar:

  1. Aku pernah bermimpi hal yg mirip dengan mu
    Saat memimpikan itu, aku selalu berharap ada mimpi yg sama, aku mencari di internet, berharap ada yg mengepost mimpinya
    Dan hari ini, aku menemukan nyaa

    BalasHapus