Senin, 04 April 2016

Setelah Sekian Lama, Akhirnya Aku Mulai Menyadarinya



Rumah sakit. Tempat itu bukanlah tempat yang terasa asing bagiku. Banyak hal yang telah kulalui di tempat itu. Mulai dari sekedar menjenguk kerabat, rawat jalan untuk diriku sendiri, masuk UGD di tengah malam, kemudian opname, dan bahkan operasi rasanya semua pernah aku jalani.

Puluhan penyakit telah membawaku untuk pergi ke tempat itu. Dari hanya karena digigit kucing karena takut rabies, flu, demam, keracunan makanan, demam berdarah, kuping infeksi, sesak napas, asam lambung, sinusitis, dan juga … ah, aku tidak terlalu ingat penyakit apa saja yang pernah membawaku ke tempat itu.

Terkadang aku bertanya, kenapa sang pencipta memberikan tubuh selemah ini untukku? Walau memang sebenarnya pertanyaan itu tidak pernah benar-benar selalu mengangguku. Hah … aku ingat ketika aku masih kecil, entah kenapa aku selalu bangga dengan jumlah catatan opnameku di rumah sakit. Jika aku mengingatnya, entah kenapa aku selalu ingin tertawa. Ya, bukankah itu terdengar bodoh? Jika waktu kecil aku sudah menyadari bahwa sakit ternyata rasanya semenderita ini, tentu aku tidak akan pernah bangga akan hal itu.

Dan hari ini, setelah sekian lama akhirnya aku menyadari sesuatu. Sebenarnya aku tidak terlalu yakin. Ini bukan jawaban tentang kenapa sang pencipta memberiku tubuh yang lemah. Namun, ini lebih seperti jawaban kenapa penyakit-penyakit itu terus menerus menerorku. Sekali lagi, sebenarnya aku tidak terlalu yakin.

Hanya saja aku mulai berpikir bahwa tubuhku ini sedikit mirip dengan binatang buas. Binatang buas bisa dijinakkan ketika aku memperlakukannya dengan baik. Ya, ketika aku memperlakukan binatang buas dengan baik, semua akan baik-baik saja. Dan jika aku memperlakukannya dengan sebaliknya, maka layaknya binatang buas, tubuhku akan mengamuk dan para penyakit itu akan berdatangan.

Aku benar-benar baru menyadari itu hari ini. Ya, setelah beberapa hari yang kujalani dengan pola tidur dan pola makan yang buruk, kini tubuh ini mengamuk dan lagi-lagi aku terkapar tak berdaya. Padahal belum ada dua minggu sejak terakhir kali aku terkapar di UGD RSIS Surakarta, kini aku harus mengalaminya lagi. Rasanya benar-benar menyakitkan. Seperti ada binatang buas yang mencabik-cabik tubuhku dengan perasaan marah karena aku memperlakukannya dengan buruk.

Ya, aku memang agak lupa kapan terakhir kali aku berolahraga. Dan tiga hari terakhir juga kulewatkan dengan begadang. Open mic … ah, maksudku menonton open mic, menyaksikan Tottenham Hotspur bertanding, dan kemudian terbangun tengah malam hanya untuk melihat aksi Valentino Rossi di ajang Moto GP. Kemudian akhir-akhir ini aku juga jadi lebih sering makan mie instan. Terkadang makan sehari empat kali, tapi di hari lain aku hanya melakukan itu dua kali saja. Aku tak menyangka hal itu akan membuat binatang buas itu mengamuk.

Yah, kurasa aku telah tahu apa yang membuat binatang buas itu mengamuk. Jadi mungkin kini aku hanya perlu sedikit berdamai dengan binatang buas itu. Walau mungkin itu akan berarti aku harus mengucapkan selamat tinggal kepada open mic atau kegiatan begadang lainnya, makan tidak teratur, dan hal-hal lain yang berpotensi membuat binatang buas itu marah kepadaku. Oh … ayolah, aku hanya ingin sedikit lebih sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar