Rabu, 20 April 2016

Quote Yang Akan Bertahan Di Benakku Sepanjang Hidupku



Kita pasti pernah mendengarnya. Ya, quote atau yang dalam bahasa Indonesia seharusnya kita kenal sebagai kutipan, kita pasti pernah mendengarnya. Pada faktanya ada berjuta, Milyar, atau bahkan tak terhingga quote yang beredar di dunia ini. Tentu menyebut kata “tak terhingga” bukanlah sesuatu yang berlebihan karena memang siapapun boleh membuat quote.

Dari jumlah quote yang tak terhingga itu, tentu saja saya tidak pernah mendengar atau membaca semuanya. Memang hanya beberapa saja. Dan di artikel ini saya akan menulis tentang quote yang benar-benar membekas dan tertanam di dalam benak saya. Bahkan saya tak ragu menyebutnya sebagai quote yang akan bertahan di benakku sepanjang hidupku.

Dan tak berlama-lama, mari kita mulai saja.

Pandji Pragiwaksono: “Jangan pernah membunuh mimpi kamu karena mimpi tidak akan pernah mati. Dia hanya akan pingsan dan bangun lagi ketika kamu tua dalam bentuk penyesalan.”

Saya memang tidak mendengar quote itu secara langsung. Saya hanya mendengar itu melalui video yang Pandji Pragiwaksono upload di akun video.com miliknya. Meski begitu, saya benar-benar merasakan dampaknya. Bahkan saya jadi teringat bahwa saya pernah membuat status di Facebook yang intinya saya tidak ingin menjadi pria tua yang menyesal. Terimakasih banyak Pandji telah mengingatkan saya pada perkataan saya yang nyaris saya lupakan.Terimakasih untuk membuat saya tidak menyerah dalam menggapai apa yang saya impikan.

Arum Setiadi: “Jangan berpikir bagaimana cara menghilangkan grogi. Tapi berpikirlah bagaimana cara menambah PD.”

Mungkin tidak banyak yang kenal siapa Arum Setiadi. Sekedar informasi, beliau adalah seorang comic dari komunitas Stand up Solo. Dan quote itu saya mendengarnya secara langsung. Tidak, bahkan quote itu tertuju langsung untuk saya. Waktu itu jelang acara Majelis Tawa Mini Show. Jujur saja sebagai penampil saya sangat gugup. Lalu Mas Arum mengatakan kalimat itu kepada saya. Dan setelah itu secara ajaib semuanya terasa lebih baik. Mungkin Mas Arum sudah lupa tentang kejadian itu. Tapi saya berjanji akan mengingat kalimat itu sepanjang hidup saya.

Faisal Riza: “Selama ini aku hanya bisa melihat orang lain berjuang. Kurasa ini saatnya bagiku untuk berhenti melihat orang lain dan berjuang untuk diriku sendiri.”

Sebenarnya ini adalah quote saya sendiri. Jujur saja saya dulu adalah seorang supporter bola yang akan bahagia hanya karena tim favorit saya menang. Konyol memang. Bahagia karena perjuangan dan hasil yang di dapat oleh orang lain. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai merasa kehilangan gairah terhadap sepakbola. Saya awalnya berpikir mungkin karena faktor usia. Tapi akhirnya saya sadar bahwa ini berarti cukup bagi saya untuk melihat orang lain berjuang, Kini adalah waktu bagi saya untuk berjuang dan meraih kebahagiaan dari apa yang saya raih sendiri.

Faisal Riza: “Bahagia adalah ketika kita berhasil melakukan sesuatu dan orang lain mengapresiasi hal itu.”

Lagi-lagi ini quote saya sendiri. Sebenarnya ini adalah sudut pandang saya mengenai kebahagiaan sebagai seorang yang berkarya. Ya, jujur saja saya sangat bahagia ketika saya melalukan sesuatu –dalam hal ini menciptakan/melakukan suatu karya-, lalu ada orang yang mengapresiasinya. Sebagai contoh saya bahagia ketika saya berstand up dan semua orang tertawa, saya bahagia ketika karya foto yang saya upload ke Instagram mendapat banyak like, saya bahagia ketika dulu saya sekolah, dengan sebuah gitar saya bernyanyi dan semua mata tertuju pada saya. Karena saya sudah tahu apa yang membuat saya bahagia, maka saya akan berusaha sekuat yang saya bisa untuk meraihnya.

Faisal Riza: “Tubuhku ini sedikit mirip dengan binatang buas. Binatang buas bisa dijinakkan ketika aku memperlakukannya dengan baik. Ya, ketika aku memperlakukan binatang buas dengan baik, semua akan baik-baik saja. Dan jika aku memperlakukannya dengan sebaliknya, maka layaknya binatang buas, tubuhku akan mengamuk dan para penyakit itu akan berdatangan.”

Dan lagi-lagi, ini adalah quote saya sendiri. Sebenarnya saya pernah membahas quote ini DI SINI. Ketika itu saya sakit. Dan saat itu saya sadar bahwa saya tidak memperlakukan tubuh saya dengan baik. Saya begadang, makan tidak teratur, dan lain sebagainya. Dan layaknya binatang buas yang tidak diperlakukan dengan baik, tubuh saya memberontak dan saya sakit. Quote di atas akan selalu saya ingat karena sebagai orang yang mudah sakit, jika saya sudah tahu apa yang membuat saya sakit, tentu akan lebih mudah untuk mengantisipasinya.

Saya rasa baru itu yang bisa saya tulis. Artikel ini tentu masih bisa berubah. Ya, jika saya menemukan quote lain yang berpotensi untuk bertahan di benak saya sepanjang perjalanan hidup saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar