Jumat, 11 Maret 2016

Komunitas Kelahiran 11 Maret



Hari ini, 11 Maret 2016 merupakan hari yang harusnya sih spesial bagiku. Ya, harusnya sih gitu. Soalnya di tanggal yang sama pada tahun 19xx, aku dilahirkan di muka bumi ini. Ok, sengaja tahunnya nggak pengen aku sebutin. Takut ketauan kalau tua? Nggak juga. Aku masih muda, kok. Meski terkadang sering berpikir kalau aku memang udah terlalu tua untuk bersifat kekanakan.

Ok, meski ini adalah hari ulang tahunku, bukan berarti ini benar-benar menjadi hari yang spesial. Bahkan kalau boleh jujur hari ini itu rasanya biasa aja. Sangat-sangat normal. Berangkat ke kampus dan masuk kelas dengan terlambat sekitar 20 menit. Dan lalu karena ini hari jum’at dan ada jadwal kuliah manajemen keungan yang kebetulan dosennya kalau ngajar lama, akhirnya aku terperangkap di dalam kelas selama lebih dari 2 jam. Kondisi yang normal. Seperti hari jum’at lain di tanggal-tanggal lainnya.

Tapi walau hari ini terasa normal, bukan berarti membosankan. Ya, walau memang nggak bisa dibilang menarik juga, sih. Tapi ada beberapa hal yang nggak tahu kenapa cukup menyenangkan di hari ini. Simple aja, sih. Kayak misal pulang dari kampus nggak kehujanan dan internet di rumah udah lancar. Kayaknya dua hal cemen kayak gitu udah cukup untuk membuatku bahagia.

Oh, iya. Di bulan ini aku juga memperpanjang SIM A-ku. Ok, mungkin dari sini udah mulai ketahuan berapa umurku. Tapi sebenarnya itu nggak penting. Yang mau aku bahas adalah … sebelum aku pergi ke kantor polisi yang jadi tempat pembuatan SIM, dalam hati aku berkata …

”Wah, kayaknya aku bakal berkumpul dengan orang-orang yang juga lahir di bulan maret, nih.”

Dan tentu saja tebakanku benar. Aku nggak bakalan terkejut jika aku harus berkumpul dan bahkan mengantri dengan orang-orang yang juga lahir di bulan Maret. Ya, setidaknya itulah yang awalnya aku pikirkan. Hingga pada akhirnya ketika aku mengisi formulir di sebuah meja panjang yang memang sudah disediakan oleh kantor polisi, secara iseng aku mengintip apa yang ditulis di lembar formulir orang yang berdiri di sebelahku.

Seorang gadis muda yang aku yakin juga lahir di bulan Maret. Nah, dan aku mengintip sebenarnya hanya bertujuan untuk memastikan aja. Apakah dia beneran lahir di bulan Maret. Dan ternyata benar. Dia lahir di bulan maret. Seperti yang kubilang di awal, aku nggak akan terkejut karena hal itu. Tapi ketika melihat formulir gadis itu lebih teliti, tetap saja aku terkejut. Karena ternyata dia juga lahir pada tanggal 11 Maret. Bahkan di tahun yang sama dengan tahun kelahiranku.

Setelah kejadian itu, aku berpikir mungkin masih banyak orang lain yang lahir pada tanggal 11 Maret. Dan kemudian aku berpikir mungkin akan seru kalau para manusia yang lahir pada 11 Maret ini membuat sebuah komunitas. Mungkin namanya akan menjadi KOMUNITAS KELAHIRAN 11 MARET.       

Minggu, 06 Maret 2016

Hal-Hal Yang Membuat Orang Tertawa



Ketawa. Kamu pasti setuju jika aku bilang bahwa semua orang pasti pernah ketawa. Bahkan, orang terdingin sekalipun pasti juga pernah ketawa.

Pada umumnya ketawa adalah reflek yang ditimbulkan ketika seseorang menerima suatu konten yang dianggapnya lucu. Tapi, apakah cuma karena hal lucu? Nah, di postingan kali ini aku pengen membahas tentang ketawa. Maksudku, hal-hal apa yang mengakibatkan orang untuk ketawa. Ok, daripada berlama-lama mending kita langsung aja.

BAHAGIA
Yup, tanpa alasan yang jelas terkadang ketika kita sedang bahagia tanpa sadar kita akan tertawa. Alasannya, nggak tahu juga, sih. Mungkin itu adalah reflek tubuh alami ketika seorang manusia merasa bahagia secara berlebihan.
 
BERCANDA
Bercanda bersama teman, keluarga, atau bahkan dengan orang yang tidak dikenal sekalipun terkadang membuat kita ketawa. Memang, tujuan awal dari bercanda adalah mencairkan suasana agar nggak kaku. Tapi kalau beruntung kadang tawa akan muncul dari aktivitas bercanda itu.

MELIHAT TEMAN MENDERITA
Nggak bisa dipungkiri melihat teman menderita seringkali membuat kita tertawa. Mungkin terdengar jahat. Tapi tunggu dulu. Menderita di sini bukan berarti teman kita mendapatkan tragedi. Menderita yang di maksud di sini adalah penderitaan yang cemen-cemen aja. Misal ngelihat teman kepleset. Atau ngelihat klub bola favorit teman kita kalah. Nah, di situasi seperti itu kita sering kali akan tertawa.

BASA-BASI
Ini nih yang biasanya dilakukan sama ibu-ibu. Ketika ibu-ibu saling berkumpul, biasanya setiap mengakhiri kalimat, mereka akan melakukan itu dengan disertai tawa. Padahal nggak ada yang lucu. Lha terus kenapa pada ketawa? Jawaban yang paling tepat adalah basa-basi. Biar kelihatan akrab aja. Padahal kalau kayak gitu justru keakrabannya terkesan palsu.

NONTON ACARA COMEDY
Ini jelas. Karena acara comedy sendiri ada untuk tujuan memanen tawa dari orang yang menyaksikannya. Hanya saja, terkadang acara comedy yang ada di TV entah kenapa nggak comedic-comedic amat. Dengan kata lain nggak lucu. Dan itu nyebelin. Nonton acara comedy yang nggak comedic itu sama aja kayak nonton film porno tapi nggak bisa bikin ereksi.

MENYUSUN RENCANA JAHAT
Kayak di TV-TV, ketika seorang penjahat menyusun rencana jahatnya, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba aja sang penjahat akan ketawa. Jadi aku menyimpulkan menyusun rencana jahat adalah salah satu faktor penyebab hadirnya tawa. Walau sebenarnya ini sama sekali nggak jelas.

DIGELITIKIN
Sebenernya ini adalah faktor pembuat tawa tercemen di dunia. Pernah digelitikin? Ketawa enggak? Pasti ketawa. Apalagi digelitikinnya di ketek.

SHOLAT
Ok, ini agak sensitif memang. Tapi jujur aja, deh. Siapa sih di antara kamu yang agamanya Islam yang nggak pernah ketawa pas lagi sholat? Pasti pernah, kan. Seenggaknya itu sering terjadi pas kita masih kecil. Enggak tahu kenapa secara misterius ketika kita sholat godaan untuk ketawa itu gede banget. Ajaib pokoknya. Apalagi pas kita masih kecil terus sholat bareng-bareng sama teman-teman kita. Nggak tahu deh harus berapa kali ngulang sholatnya gara-gara ketawa.

Aku rasa cuman itu aja yang bisa aku tulis di postingan kali ini. Kalau kamu tahu faktor lain yang bisa bikin orang ketawa, ditunggu komentarnya.