Senin, 29 Februari 2016

Gara-Gara Cotton Bud (Cotton Bud Berbahaya)



Cotton Bud. Ok, aku rasa kamu pasti udah tahu apa itu Cotton Bud. Benda kecil sepanjang sekitar 8cm yang ada kapasnya di kedua ujungnya. Kamu pasti tahu. bahkan,  aku yakin kamu pernah menggunakannya.

Yap, hampir semua orang akan mengambil cotton bud ketika mereka merasa telinganya kotor, atau setidaknya gatal. Ya seenggaknya itu yang biasanya aku lakuin, sih. Dan mungkin kamu juga melakukan hal yang sama.

Tapi, percaya nggak kalau ternyata mengubek-ubek telinga pakai cotton bud itu adalah sesuatu yang berbahaya? Sebenarnya banyak kok artikel-artikel di google yang isinya tentang bahaya membersihkan telinga dengan cotton bud. Gimana? Udah percaya kalau cotton bud itu berbahaya? Hah? Belum? Ok, gimana kalau aku cerita tentang pengalaman burukku dengan cotton bud yang terjadi belum lama ini.

Baiklah, tanpa berlama-lama kita mulai ceritanya.

Sebenarnya aku nggak terlalu ingat kapan peristiwa itu terjadi. Maksudku, tanggal dan jam berapa peristiwa itu terjadi. Pokoknya pada suatu hari di pertengahan bulan februari 2016. Saat itu, tanpa alasan yang dapat aku mengerti, secara tiba-tiba telingaku yang sebelah kiri terasa sangat gatal. Tanpa membuang waktu aku segera membuka lemari dan mengambil sebatang cotton bud. Dan kemudian tanpa ragu mengorek telingaku dengan cotton bud itu. Karena keenakan, tanpa sadar aku mempercepat gerakanku. Lalu yang terjadi adalah … telinga kiriku kok rasanya agak aneh gitu, ya. Gimana ya penggambaran rasanya, pokonya aneh.

Hari Pertama Setelah Peristiwa Pembersihan Telinga Kiri
Bangun dari tidur dengan telinga yang masih terasa aneh. Tapi lambat laun seiring bergesernya matahari ke arah barat, rasa aneh itu berubah. Bukan lagi terasa aneh. Tapi rasanya itu sakit banget. Kayaknya infeksi, deh. Sakit banget pokoknya. Bahkan sakitnya itu menjalar dari telinga kiri sampai ke mata kiri. Kepala rasanya juga pusing. Alhasil pas malam hari aku sama sekali nggak bisa tidur.

Hari Kedua Setelah Peristiwa Pembersihan Telinga Kiri
Di hari kedua ini rasanya masih sakit banget. Telinga kiri masih sakit. Mata kiri juga. Bahkan tubuhku pusing dan lemes. Pokoknya di telinga itu rasanya sakit banget. Kayak ditusuk-tusuk gitu. Dan seperti di hari sebelumnya, malam di hari kedua aku juga nggak bisa tidur.

Hari ketiga Setelah Peristiwa Pembersihan Telinga Kiri
Rasa sakit udah nggak separah dua hari sebelumnya. Meski belum bisa dibilang kalau rasa sakit itu udah hilang. Mata kiri pun udah nggak sakit. Meski badan masih lemes. Ok, semua mungkin terdengar lebih baik. Tapi pada kenyataannya, kini dari telinga kiriku justru keluar cairan. Kayak ngalir gitu aja. Udah gitu baunya nggak enak. Jadi rasanya kayak telinga kita kemasukan air. Padahal itu airnya dari dalam telinga itu sendiri. Nggak enak deh pokoknya. Oh, iya. Karena di dua malam sebelumnya aku nggak bisa tidur, akhirnya aku beli obat yang namanya "Lelap" di apotek.

Hari Keempat Setelah Peristiwa Pembersihan Telinga Kiri
Air itu mulai berhenti berproduksi. Tapi, kok rasanya telinga kiriku masih kayak kemasukan air gitu, ya. Akhirnya aku mencoba mengecek itu dengan menempelkan jariku di lubang telinga kiri. Dan betapa terkejutnya aku ketika mendapati jariku lengket oleh cairan agak kental yang berwarna putih. Ok, aku yakin kamu pasti tahu kalau itu adalah … nanah. Ya, ini memang terdengar sedikit menjijikkan. Namun, ini adalah kebenaran. Dan terkadang kebenaran terasa sedikit menjijikkan.

Hari Kelima Hingga Saat Tulisan Ini Dibuat
Nanah itu telah hilang. Rasa sakit di telinga kiri juga udah nggak ada. Tapi bukan berarti telinga kiriku udah normal. Rasanya masih aneh. Dan rasa aneh itu, aku nggak tahu gimana cara menggambarkannya.

Udah itu aja sih pengalaman nggak enakku bersama cotton bud. Masih nggak percaya kalau cotton bud itu berbahaya? Ah, soal itu terserah kamu juga, sih. Satu hal yang kuinginkan saat ini adalah semoga telinga kiriku cepat kembali normal. Udah itu aja, sih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar