Rabu, 27 Januari 2016

Memilih Jurusan Kuliah, Antara Passion Atau Prospek



Bagi banyak orang, memilih jurusan kuliah adalah sesuatu yang sangat dilematis. Ya, benar-benar berat. Setidaknya bagi orang-orang yang memang peduli dengan masa depannya.

Memilih jurusan kuliah benar-benar membutuhkan pertimbangan yang sangat matang. Bahkan, banyak siswa kelas 3 SMA yang dipusingkan dengan jurusan mana yang akan mereka pilih ketika menginjak bangku perkuliahan padahal ujian nasional/ujian akhir belum berlangsung.

Dan memikirkan tentang hal itu, entah kenapa aku memiliki kesimpulan bagaimana cara manusia memilih jurusan kuliah. Sebenarnya ada dua alasan kuat dalam pemilihan jurusan kuliah. Kalau enggak menuruti passion, maka dia akan menuruti prospek. Selalu seperti itu. Ya walau ada pertimbangan yang lain, sih. Tapi yang paling dominan tetap dua hal itu. Antara prospek dan passion.

Di artikel kali ini, entah kenapa aku ingin membahas itu dengan detail. Tapi tentu saja masih dalam batasan sedetail yang aku mampu. Baik, daripada kelamaan mending kita langsung aja.

PASSION
Beruntunglah kamu wahai orang-orang yang tahu passionmu sedari dini. Karena ketika kamu menemukan passionmu, kemudian kamu berkuliah di jurusan yang memang sesuai dengan passionmu, bisa jadi itu adalah kenikmatan dunia yang sesungguhnya.

Banyak hal positif yang akan kamu dapatkan kalau kamu kuliah di jurusan yang memang sesuai dengan passion kamu. Seperti kamu akan bersemangat dalam menjalani kuliah karena materi yang diberikan oleh dosen memang terkesan seakan dunia kamu banget. Terus kamu juga nggak bakal merasa salah jurusan. Semua itu terjadi ya karena kamu benar-benar mencintai bidang itu.

Tapi masalah terbesar dari memilih jurusan kuliah berdasarkan passion adalah, terkadang passion kamu nggak memiliki prospek yang bagus. Tentu saja dalam hal ini berkaitan dengan uang. Ok, mungkin kamu akan berkata semua akan baik saja asalkan kamu melakukan apa yang kamu suka. Tapi, apa benar begitu? Seenggaknya orang tua kamu nggak bakal memiliki pemikiran yang sama dengan kamu. Karena biasanya orang tua akan mengukur tingkat kebahagian dan kesuksesan anak dari berapa penghasilan yang anak dapatkan. Walau terkadang kebahagiaan dan kesuksesan tidak melulu masalah uang.

Jadi, kalau misalkan kamu ingin mengambil jurusan kuliah berdasarkan passion, saranku adalah mantapkanlah pilihanmu. Dan coba yakinkan orang tua kamu kalau pilihan yang kamu ambil adalah yang terbaik untuk hidup kamu. Karena aku yakin, selama kamu bisa melakukan apa yang kamu suka, semua akan baik-baik saja.

PROSPEK
Aku yakin kalau kamu memilih jurusan kuliah berdasarkan prospek, berarti kamu adalah orang yang sangat-sangat dewasa. Karena di usia semuda itu, kamu udah bisa menentukan apa yang terbaik buat kamu di masa mendatang.

Aku sangat yakin di dunia ini banyak sekali orang yang memilih jurusan kuliah karena prospek. Misal, perawat. Aku nggak yakin orang-orang yang mengambil kuliah perawat benar-benar bercita-cita untuk merawat orang lain. Ya, walau tidak semuanya, aku kok menduga kalau mereka memilih itu karena berpikir dengan masuk jurusan perawat akan mudah dalam mencari pekerjaan. Sekali lagi tidak semuanya kayak gitu.

Tapi menurutku, dibanding menuruti passion yang terkesan egois karena hanya akan melakukan apa yang kamu suka, melihat prospek adalah sikap yang lebih bijaksana. Kayak dewasa aja gitu. Melakukan sesuatu yang belum tentu kamu suka karena kamu yakin itu akan berguna untuk kamu di masa yang akan datang.

Dan satu hal lagi. Aku selalu meyakini bahwa semua hal di dunia ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk berubah. Bisa jadi apa yang nggak terlalu kamu sukai di masa sekarang akan menjadi hal yang akan kamu nikmati di masa mendatang.

Jika pada akhirnya kamu memilih jurusan kuliah berdasarkan prospek, aku hanya mau bilang kalau kamu adalah pribadi yang luar biasa. Saranku, tetaplah konsisten pada apa yang kamu yakini akan menjadi sesuatu yang baik di masa yang akan datang.

SARAN ORANG TUA  
Nah, ini. Banyak orang yang nggak bisa menemukan passionnya –atau seenggaknya dia menemukan passionnya tapi tidak terlalu yakin untuk menekuninya- dan nggak tahu tentang prospek hidupnya akhirnya memutuskan mengambil jurusan kuliah berdasarkan saran dari orang tua.  

Bukan hal yang buruk memang. Karena pada dasarnya orang tua pasti akan memilihkan yang terbaik untuk kamu. Atau seenggaknya mereka akan berusaha melakukan itu. Dan bahkan aku mengambil kuliah di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis pun karena saran dari orang tuaku.

Tapi memilih jurusan kuliah karena saran orang tua biasanya rawan akan beberapa hal. Seperti merasa salah jurusan dan lain sebagainya. Seenggaknya, itulah yang kadang kali aku rasakan. Hehe.

Tapi walau terkadang kamu kesulitan mengikuti perkuliahan, lambat laun kamu pasti bisa menyesuaikan dan menikmatinya, kok. Sekali lagi, seenggaknya itulah yang aku rasakan.

Saranku, sih. Kalau kamu memilih jurusan kuliah karena alasan saran dari orang tua, yakinkan diri kamu kalau orang tua kamu memilihkan yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu.

ALASAN CEMEN LAINNYA
Selain dua alasan dominan seperti prospek dan passion, atau alasan alternative seperti saran orang tua, masih ada alasan lain yang nggak tahu kenapa menurutku cemen. Misal memilih jurusan kuliah karena pacar atau orang yang kamu suka memilih jurusan itu di universitas itu juga. Atau karena kakak kamu dulunya juga memilih jurusan itu jadinya kamu nggak perlu repot beli buku tinggal pinjem punya kakak kamu. Atau karena gengsi. Atau alasan-alasan aneh lain yang semacam itu.

Jika kamu benar-benar memutuskan memilih jurusan kuliah karena alasan-alasan cemen seperti itu, saranku sih … kayaknya kamu perlu sholat istiqarah, deh.

6 komentar:

  1. Bagus mas ^^ Bte kalo boleh tau, kuliah di mana nih masnya?


    Curhat dikit boleh kali ya 😅
    Tapi ya gimana ya, kebetulan kita sama-sama kuliah di jurusan manajemen fakultas ekonomi dan bisnis. Dulu sih saya ngambil manajemen karna berpikir tentang prospek ke depan, bahkan saya yang "terkesan" memaksa jurusan ini pada orang tua. Tapi setelah dua semester ini saya jalani, bahkan jujur dari mulai semester pertama pun, saya udah agak goyang/ragu di manajemen. Orang tua pernah nyaranin hukum dan sejenisnya, tapi dulu saya yang ngotot nggak mau, dan tetap pada pendirian ke manajemen, dan ntah kenapa saya sekarang agak menyesal 😢
    Tahun ini ikut sbmptn lagi, tapi orang tua agak kurang setuju sama pilihan jurusan saya yang baru, walau saya udah ngasih tau banyak hal ke mereka tentang jurusan itu. Paling kalo lagi ngobrol, jadi nyerempet ke "kan nanti kamu bisa jadi S.M. (Sarjana Manajemen).
    Duh bingung banget nihh
    Tolong kasih saran dong mas 😔
    Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kuliah di UMS. di Solo. pokoknya pilih kampus yang paling deket dari rumah. swasta nggak papa yang penting deket. hehe

      kalau boleh tau emang pilihan jurusan yang barunya apa? mungkin orang tua kamu mikirnya kalau udah terlanjur ya mending di selesaikan sekalian. kayak pepatah Jawa. "wes bacut teles, mending nyemplung sisan.". artinya kalau udah terlanjur basah mending nyebur sekalian. kalau kamu pengen pindah dan mulai dari awal, tentu ada kerugiannya. yang paling keliatan jelas kerugian dari finansial dan waktu. waktu setahun itu berharga banget lho.

      tapi kalo kamu emang pengen banget mulai dari awal karena kamu yakin itu yang terbaik buat kamu menurut saya nggak papa juga sih. karena orang yang paling mengerti kamu pastinya ya kamu sendiri. tapi kamu harus inget kalau nggak ada jaminan perasaan goyang yang nyerang kamu di manajemen nggak akan hadir lagi di jurusan kamu yang baru. tapi sekali lagi kalau kamu yakin ya jalanin aja. hidup itu pilihan kok.

      btw, sorry banget ya baru bisa bales sekarang. sorry banget karena kayaknya saran saya udah kadaluwarsa. hehe

      Hapus