Sabtu, 19 Desember 2015

Stand Up Comedy Porsema UMS 2015



Bulan Desember ini, di kampusku Universitas Muhammadiyah Surakarta sedang berlangsung yang namanya Porsema. Buat yang belum tahu, Porsema itu singkatan dari Pekan Olahraga Dan Seni Mahasiswa.

Porsema itu acara tahunannya BEM. Jadi, tiap tahun pasti ada. Dan biasanya memang tiap Desember, sih.

Dan sekitar lima hari yang lalu, aku juga berpartisipasi dalam Porsema UMS 2015. Lebih tepatnya aku menjadi peserta mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk perlombaan Stand Up Comedy.

Sebenarnya awalnya aku agak ragu juga sih mau ikutan Porsema. Alasan kenapa aku ragu pernah aku tulis di ARTIKEL INI. Tapi karena diminta buat ikutan sama Mbak Julia dari BEM FEB, katanya FEB nggak ada wakilnya. Entah kenapa rasanya jadi agak nggak enak. Yaudah, pada akhirnya aku beneran ikut Porsema. Sekali-sekali berbuat sesuatu untuk fakultas.

Hari senin, 14 Desember 2015. Di sebuah hari yang telah dijadwalkan untuk berlangsungnya acara itu, aku berangkat dari rumah menuju kampus dengan perasaan yang … biasa aja.

Sampai di kampus aku langsung bergerak menuju Hall Masjid, tempat yang akan menjadi lokasi diselenggarakannya lomba itu. Di hall masjid aku bertemu dengan beberapa teman dari Stand up UMS.

Pas pertama ngeliat lokasinya … kok rasanya aneh gitu ya. Nggak ada panggung. Terus juga merasa aneh gitu. Kok lokasinya di hall masjid ya? Kenapa enggak nyari tempat yang indoor aja?

Tapi biarin aja lah.

Dan akhirnya aku mendaftarkan diri ini kepada mbak-mbak yang nunggu di stand. Kayaknya mereka panitia, deh. Lalu  aku mengambil nomor undian. Dan …

NOMOR 1

Bingo!

Itu artinya aku akan tampil pertama. Huh … pertanda buruk.

Waktu berlalu. Acara pun dimulai. Namaku di panggil.

Pas namaku dipanggil, manggilnya salah. Huh … pertanda buruk.

Yaudah. Aku maju. Ke sebuah panggung yang …  ah, sorry. Di situ nggak ada panggungnya. Alias rata dengan tanah.

Pas aku di depan, nggak ada mic yang disediain sama panitia. Alhasil aku diam aja untuk beberapa detik. Hingga pada akhirnya ada mbak-mbak panitia yang maju ngasih mic ke aku. Huh … pertanda buruk.

Dan pas aku stand up, apa yang aku takutkan di ARTIKEL INI benar-benar kejadian. Parah. Benar-benar ngebomb parah.

Kayaknya serangkaian pertanda buruk itu mengakumulasi menjadi sesuatu yang buruk beneran. Aku enggak lucu. Ada sih beberapa tawa. Tapi, dikit banget. Rasanya kayak enggak ada. Lalu merasa gagal dan hina –dramatisir suasana-.

Pas turun, aku ngomong dalam hati …

“Kayaknya kalah, nih.”

Sebenarnya kegagalanku ini bukan karena serangkaian pertanda buruk yang aku sebutin di atas. Tapi karena memang akunya aja yang enggak bagus-bagus amat. Bisa dibilang … sangat buruk.

Maafkan aku FEB UMS. Aku nggak  bisa mempersembahkan apa-apa untuk kamu.

Oh iya. Pas aku tampil Mbak Julia dari FEB UMS datang untuk … nggak tahu deh tujuannya apaan. Yang jelas foto-foto di artikel ini adalah buah hasil jepretan beliau. Thanks mbak.

Karena Porsema ini acara tahunan, berarti tahun depan masih ada lagi dong.

Tahun depan … ikut lagi enggak ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar