Rabu, 23 Desember 2015

Setelah Nonton Sore ga Seiyuu! [Review Anime]



みなさん、こんにち. お元気ですか?健康ではありませんか?良かった^-^

Ok, mungkin kalian bingung dengan tulisan di atas. Atau, mungkin ada beberapa dari kalian yang kemudian berpikir kalau aku jago Bahasa Jepang. Tapi, ketahuilah bahwa sebenarnya kalimat di atas adalah … hasil dari google translate. Hehe.

Pada kesempatan kali ini aku pengen kembali sok-sokan ngeriview anime. Dan kayaknya ini bakalan jadi review anime yang terakhir  di blog ini di tahun ini.

Setelah kemarin Ore Monogatari menjadi korban review sok-sokanku, kini giliran Sore ga Seiyuu! yang akan merasakan itu.

Ok, pertama-tama kita kasih info sekilas tentang anime ini dulu.

Sore ga Seiyuu! (それが声優!) adalah anime hasil adaptasi dari manga karangan Masumi Asano dan diilustrasikan oleh Kenjiro Hata dengan judul yang sama. Memiliki episode berjumlah 13 yang tayang antara 7 Juli 2015 hingga 29 September 2015.
***
SINOPSIS
Bercerita tentang tiga orang pengisi suara pemula dalam mengarungi kedupan mereka sebagai pengisi suara.

Udah. Kayaknya gitu doang. Nggak tahu deh yang begituan bisa disebut sinopsis atau enggak.
***
Penilaianku tentang anime ini …

Entah kenapa kesan pertama pas nonton anime ini jadi keinget sama Shirobako. Mirip banget. Karakter utama yang ngomong sama boneka. Boneka yang ngejelasin tetek-bengek soal profesi sang karakter utama. Rasanya mirip aja sama Shirobako. Cuman, yang ini lebih spesifik ke pengisi suara.

Ceritanya tentang Ichinose Futaba, pengisi suara kikuk yang grogian yang pada perjalanan kariernya bertemu dengan Kohana Rin, anak lima belas tahun yang cukup berbakat di bidang perseeiyuan. Dan juga Moesaki Ichigo, cewek yang benar-benar berambisi untuk jadi seorang artis.

Banyak rintangan yang menerpa mereka dalam menggapai cita-cita mereka bertiga.

Soal konfliknya … kayaknya enggak sedalam Shirobako, deh. Tapi kalau soal comedynya … yang ini lebih lucu. Eh, ini kok jadi ngebandingin sama Shirobako, sih?
Kohana Rin
Kalau ngomongin karakter favorit ... udah pasti Kohana Rin. Soalnya dia itu kayak bayi kelinci yang kecebur dalam tong berisi gula. Imut dan manis. Udah. Itu doang alasannya. Nggak ada yang lain.

Banyak yang bilang anime ini biasa-biasa aja. Tapi, entah kenapa aku suka aja sama anime yang bercerita tentang mengejar cita-cita kayak gini. Rasanya ngena aja di benakku. Mungkin karena apa yang dialamin sama para karakter di anime ini juga aku alami di kehidupanku.

Sang karakter utama, Ichinose Futaba sering berpikir apakah dia cukup baik untuk menjadi seorang pengisi suara? Apakah pengisi suara adalah jalan yang benar-benar tepat untuk hidupnya? Terkadang, dia juga berpikir apakah sebaiknya dia berhenti saja menjadi pengisi suara.

Sama. Aku juga sering berpikir seperti itu. Tapi, bukan soal pengisi suara. Tentu saja tentang stand up comedy.

Kadang aku berpikir apakah aku cukup lucu untuk menjadi seorang comic? Apakah stand up comedy adalah jalan yang benar-benar tepat untuk hidupku? Terkadang, aku juga berpikir apakah sebaiknya aku berhenti saja untuk menjadi seorang comic.

Tapi, Futaba akhirnya membulatkan tekadnya. Meyakinkan dirinya dan berkata bahwa dia ingin menjadikan pengisi suara menjadi profesi seumur hidupnya.

Kemudian aku berpikir dan merenung … kayaknya aku juga harus kayak gitu. Aku juga harus punya semangat seperti itu.

Eh, ini kok jadi serius gini ya?

Kayaknya cuma ini aja yang bisa aku tulis tentang anime ini. Pokoknya recommended alias aku kasih rekomendasi untuk kalian tonton.

Sekian dan terimakasih. みんなさん, ありがとう ^-^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar