Sabtu, 12 Desember 2015

Setelah Nonton Ore Monogatari!! [Review Anime]



Hai netizen. Apa kabar? Kali ini aku pengen sok-sokan ngasih review tentang anime yang baru aja aku tamatin secara marathon. Dan anime itu adalah … Ore Monogatari.

Ok. Kayaknya sebelum mulai, akan enak kalau aku kasih info terkait anime ini dulu deh.

Ore Monogatari (俺物) a.k.a My Love Story adalah anime yang diadaptasi dari manga karangan Kazune Kawahara yang memiliki judul yang sama. Mulai tayang pada tanggal 8 April 2015 dan tamat pada 23 September 2015. Memiliki 24 episode dengan genre romantic comedy.

Terus apalagi ya informasi tentang anime ini? Oh iya, informasi lagi. Sebelumnya, aku habis ngeriview anime Denpa Kyoushi.

Eh, nggak nyambung ya?
***
SINOPSIS
Gouda Takeo, seorang siswa SMA yang berbadan segede beruang selalu saja gagal mendapatkan hati gadis yang ia cintai. Karena setiap gadis yang ia suka, selalu saja lebih menyukai Sunakawa Makoto, teman masa kecil Takeo yang memang ribuan kali lebih menarik secara fisik daripada sang karakter utama yang udah mirip kayak beruang lepas.

Awalnya, Takeo pasrah akan keadaan itu. Hingga pada akhirnya, suatu hari Takeo menyelamatkan seorang gadis bernama Yamato Rinko yang tengah menjadi korban penggrepean a.k.a pelecehan seksual di kereta. Sejak saat itu, semuanya berubah.
***
Penilaianku tentang anime ini …

Gimana ya? Ok, sebelumnya jujur aja aku awalnya benar-benar menaruh ekspektasi yang tinggi pada anime ini.

Ekspektasi seperti apa yang aku harapkan?

Tentu saja karena ini anime romantic comedy, jelas aku mengharapkan kisah romance yang mendebarkan ditambah dengan bumbu-bumbu comedy yang mampu untuk memanen tawa.

Tapi, dugaanku meleset. Pasangan Takeo-Rinko gagal memberikanku sensasi berdebar saat aku menonton anime ini. Kayak datar aja gitu. Gimana ya … cenderung membosankan.

Terus comedynya juga nggak lucu-lucu amat. Garing? Enggak juga sih. Cuman comedynya kurang nonjok aja.

Walau begitu, bukan berarti aku sama sekali nggak bisa menikmati anime itu. Aku masih bisa menikmatinya kok. Emang sih bukan karena kisah cinta Takeo-Rinko. Tapi justru karena para karakter sekundernya. Iya, entah kenapa para karakter pembantu ini membuatku terbantu untuk lebih menikmati anime ini.

Aku suka para karakter sekundernya. Aku suka apa saja yang dilakukan sama Sunakawa Makoto –bukan berarti aku maho lho ya-. Aku suka konflik batin kakaknya Suna. Aku juga suka sama cewek –lupa namanya- yang ternyata naksir sama Takeo pasca festival olahraga. Terus pas ada cowok yang ngejar-ngejar kakaknya Suna. Sama yang terakhir juga suka sama Ichinose si tukang roti yang nganggap Rinko sebagai inspirasi.

Bagiku, para karakter sekunder itu sukses memberikan warna yang meriah pada anime ini. Membuat anime ini lebih menarik untuk ditonton.

Dan soal karakter favorit … Sunakawa Makoto. Iya, Sunakawa Makoto alias Suna. Entah kenapa dia itu keren banget. Kerennya dari lahir dan juga batin. Ini kayaknya pertama kalinya aku mengukuhkan seorang karakter cowok menjadi karakter favoritku di sebuah anime romantic comedy. Sekali lagi, ini bukan karena aku maho lho ya. Tapi emang si Sunanya yang beneran keren. Walau kadang kasian juga sih. Suna selalu jadi kambing congek pas Takeo sama Rinko lagi jalan.

Terus apa lagi ya …

Oh iya, lagu openingnya keren lho. Dan tentu saja karena keren, jelas udah aku download. Bahkan sering aku puter. Kalau ending songnya … yang ini enggak aku download. Berarti kesimpulannya ending songnya enggak keren-keren amat. Atau seenggaknya kayak gitu lah penilaianku.

Terus … oh iya, kalau ada yang tanya soal graphic, art, atau apapun itu, maaf kalian nggak akan mendapatkan jawaban apapun di artikel ini. Bukan apa-apa sih. Soalnya aku enggak ngerti sama yang begituan. Hehehe. Maklum, namanya juga sok-sokan ngeriview.

Kayaknya cuma itu aja yang bisa aku … eh, tunggu! Aku ingat sesuatu.

Aku baru ingat kalau karakter utama sang jelmaan beruang alias si Takeo ini sering banget ngomong dalam hati. Dan terkadang kata-katanya itu keren banget loh. Kalimatnya kayak apa ya? Kayaknya akan lebih enak kalau kalian nonton sendiri, deh. Pokoknya aku rekomendasikan alias recommended.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar