Senin, 14 Desember 2015

Setelah Baca Cinta Brontosaurus [Review Buku]



Selamat gini hari para netizen. Kali ini aku berkeinginan untuk mereview secara sok-sokan bukunya Raditya Dika yang berjudul Cinta Brontosaurus.

Cinta Brontosaurus merupakan buku ke dua karya Raditya Dika. Diterbitkan tahun 2006 oleh Gagasmedia.

Masih seperti buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan, buku ini juga mengusung genre Pelit Comedy. Alias cerita sehari-hari di kehidupan nyata yang dibalut dengan selendang comedy yang pastinya akan membuat kita terpingkal walau enggak sampai mati.

Oh iya, buku ini sama sekali nggak ada kaitannya sama novel Girls in the Dark loh. Apalagi sama anime Ore Monogatari. Sama sekali nggak ada!!!

Terus, kalau nggak ada kaitannya kenapa aku tulis ya?
***
TULISAN YANG ADA DI COVER BELAKANG BUKU

Ada satu adegan yang mengharuskan gue berantem ama orang di depan orang banyak. Gue akting dengan segenap jiwa dan raga.

Dengan menyeimbangkan antara emosi dan karakter. Dengan masuk ke jiwa sang tokoh. Dengan total. Layaknya Tom Krus minum Irex. Uoh!

Setelah syuting selesai, gue tanya ke mister, salah satu temen gue yang ada di lokasi syuting.

“Gimana tadi acting gue pas berantem, keren, ya?” tanya gue pede.

“Kayak babi lepas,” jawab dia santai.
***
Penilaianku tentang buku ini …

Menghibur. Udah gitu aja.

Enggak ding. Bercanda. Masih ada lagi kok.

Menurutku, buku ini lucu. Banyak bagian yang bikin aku ketawa. Tapi, entah kenapa menurutku masih lucuan bukunya Radith yang Kambing Jantan.

Gimana ya, Kambing Jantan itu gila banget. Dengan penulisan yang amburadul, lucunya terkesan sedikit liar. Kalau Cinta Brontosaurus, ini bentuknya lebih mirip kayak cerpen. Bahasanya juga lebih baku. Jadi terkesan lebih jinak gitu.

Tapi, tetep lucu kok.

Dan yang keren dari Cinta Brontosaurus adalah … banyak chapter-chapter yang menyentuh jiwa. Mengguncang raga. Menusuk tajam ke dalam sanubari.

Paling suka itu sama chapter yang judulnya "Di Balik Jendela". Emang sih itu chapter nggak lucu. Tapi, sumpah dalem banget. Aku bacanya aja sampai pengen nangis. Benar-benar chapter yang menusuk tajam ke dalam sanubari.

Eh, by the way … sanubari itu apa, sih?

Terakhir …

Walau Cinta Brontosaurus terbit tahun 2006, tetep nggak basi kok kalau di baca tahun 2015. Buku ini tu kayak anggur. Semakin lama disimpen, semakin enak. Apalagi bentar lagi mau ganti tahun jadi 2016. Kayaknya bakalan makin enak.

Jadi, kesimpulannya adalah … saya memberikan rekomendasi kepada anda untuk membaca Cinta Brontosaurus. Dengan kata lain … recommended.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar