Rabu, 09 Desember 2015

Audisi SUCI 6 Jogjakarta



Halo netizen. Kali ini aku pengen berbagi pengalaman tentang apa yang terjadi di kehidupanku kemarin (8 Desember 2015). Pengalaman mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Season 6 yang diselenggarakan oleh Kompas TV di Jogja.

Ok. Kita mulai ya …

Tanpa ekspektasi.

Ya. Aku yang berangkat dari Solo ke Jogja bersama teman-teman dari komunitas Stand Up Comedy Kampus UMS ini sejak awal memang sama sekali nggak mengharapkan apa-apa dari audisi SUCI 6 kemarin. Dapat golden ticket AlhamduLillah, nggak dapat ya nggak papa. Pokoknya tanpa ekspektasi. Cuman cari pengalaman aja.

Selasa pagi jam 7, kami berkumpul di depan kampus 1 UMS. Ada sekitar lima –sebenarnya bukan sekitar. Tapi emang beneran lima- comic dari Stand up UMS yang mencoba peruntungannya di Jogja. Sebenarnya dari lima yang berangkat, cuma empat yang ikut audisi. Yang satu lagi, Yoga Dwitama katanya dia belum siap buat ikut audisi. Alhasil, dia akhirnya bertugas sebagai fotografer dadakan. Foto-foto di artikel ini kebanyakan hasil jepretannya Bang Yoga juga.

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan yang kami tempuh, akhirnya kami sampai juga di KFC yang nggak tahu namanya KFC apaan. Pokoknya KFC yang ada di Jogja yang jadi tempat audisi SUCI 6 Yogyakarta. Kalau nggak salah sih, namanya KFC Sudirman.

Dan sesampainya di sana, ternyata udah banyak banget comic yang antri buat dapetin nomor antrian giliran tampil. Ternyata ramai banget. Sangat-sangat ramai.
Setelah berdiri dan mengantri cukup lama, akhirnya dapat juga nomor antriannya. Dan nomor antrian yang kudapat adalah ... 145. Wah-wah, kayaknya bakalan lama nih nunggunya.

Dan ternyata benar. Nunggunya beneran lama. Sekitar jam setengah lima sore aku baru naik ke panggung audisi SUCI 6.

Saat aku mulai naik ke panggung, itu berarti saatnya untuk menunjukkan apa yang bisa aku lakukan di hadapan Om Indro Warkop dan David Nurbianto yang menjadi juri saat itu. Walau aku berangkat tanpa ekspektasi, tetap saja itu adalah saatnya untuk memberikan yang terbaik semampuku.

Setelah mengucap salam dan memperkenalkan diri, aku mulai melontarkan bit pertama. Saat bit pertama hampir mencapai punchline, tiba-tiba backdrop yang ada di belakang kursi juri copot dan jatuh menimpa Om Indro. Kru Kompas TV berhamburan ke tempat Om Indro. Semua perhatian sontak tertuju ke sana. Bit pertamaku … malangnya nasibmu. Alhasil gagal dapat perhatian di bit pertama.

Haaah, aku menghela napas. Parah. Pertanda buruk nih kayaknya.

Saat semuanya mulai kembali normal, aku lanjut ke bit kedua. Dan untungnya di bit kedua semuanya pada ketawa.  

Fiuh, lega deh rasanya. Rasanya kayak ada secercah cahaya. Ada harapan yang tumbuh di sana. Rasanya jadi lebih  PD buat masuk ke bit ketiga.

Dan di bit ketiga … apa yang terjadi? Aku distop sama Om Indro.

Kayaknya gara-gara aku ngomong tai, deh. Dan tahukah anda apa yang diucapkan Om Indro waktu itu?

“Yak, terimakasih atas perTAIannya.”

Sialan. Entah kenapa pas distop Om Indro aku ngerasa agak kecewa. Padahal dari awal nggak ada ekspektasi lho. Tapi pas gagal kecewa juga ya ternyata. Haha.

Kayaknya lain kali harus lebih hati-hati bikin materi buat audisi.


Sebenarnya kalau ngomongin distop, temanku Mas Azmi juga sama. Pas dia ngomong …

“Suherman TITIT Waluyo.”

Tiba-tiba terdengar suara …

“Yak, terimakasih.”

Hahaha, gila. Dia ngomong TITIT di audisi SUCI 6. Wkakakakka.  

Dan apapun itu, walau pulang dengan tangan hampa, tetap saja ini adalah pengalaman yang luar biasa. Nggak nyesel deh walau udah jauh-jauh dari Solo ke Jogja terus pas pulang kehujanan.

Terakhir, entah kenapa kok aku jadi makin penasaran ya sama audisi SUCI.

Tahun depan … ikut lagi ah.

4 komentar:

  1. makasi mas, setelah baca postingan ini pas kemarin audisi di medan saya jadi lebih hati2. tapi sepertinya kita senasib mas.

    http://adrian1407.blogspot.co.id/2015/12/cuap-cuap-audisi-suci-6.html << ini pengalaman saya saat audisi di Medan mas. monggo :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Makasih atas kunjungannya mas.

      Siap meluncur ke blognya masnya

      Hapus