Sabtu, 25 April 2015

Resep Nasi Goreng Yang Super Banget








Halo semua. Selamat gini hari. Loh kok selamat gini hari sih? Ia, soalnya ini kan tulisan di blog. Entar kalau aku nulis selamat malam tapi kamu bacanya siang kan nggak cocok jadinya. Pokoknya selamat gini hari gitu aja ya.

Kali ini aku mau nulis tentang resep masakan. Masakan yang pastinya udah familiar banget sama kamu. Nasi Goreng. Familiar kan? Jadi kali ini aku akan kasih kamu resep supaya bisa dapetin nasi goreng yang super banget. Daripada kelamaan mungkin langsung aja ya …

Bahan
Terserah deh. Pokoknya apa aja yang kamu anggap perlu. Tapi yang pasti normalnya bakalan ada cabe, bawang putih, bawang merah, garam, kecap, dan kalau kamu perlu ya kamu tambahin aja telur, daging ayam, timun, krupuk, paku payung, pentil ban, asap kenalpot, dan bahan-bahan lain yang kamu anggap perlu. Tunggu … kayaknya aku belum nyebutin nasi ya?

Itu takarannya seberapa kak? secukupnya. Kalau kamu satu siung cabe udah cukup ya segitu aja. Tapi kalau kamu 2 baskom cabe masih kurang ditambahin 4 baskom lagi juga nggak papa kok. Sekucupnya dan sesuai selera.

Proses
Yang penting itu bumbu-bumbunya kamu halusin. Halusinnya pakai kak? bebas. Pakai ulekan bisa. Pakai blender boleh. Tapi untuk kepuasan dan hasil maksimal sebaiknya kamu nyewa buldozer.
Lalu kalau bumbu udah halus yang perlu kamu lakukan adalah melakukan hal yang sama dengan yang biasa orang normal lakukan ketika membuat nasi goreng.

Sebenernya cuma itu aja ya resep bikin nasi goreng yang super banget versi aku. Kelihatan mudah kan. Mungkin kalau kamu kurang yakin sama resep di atas aku masih punya satu resep lagi kok. Kamu nggak perlu banyak bahan. Tinggal keluar rumah, jalan ke prapatan, belok kanan, di situ bakal ada warung nasi goreng, terus kamu ngomong “Mas nasi goreng satu.” Dan pada akhirnya kamu akan menikmati seporsi nasi goreng yang super banget.

Sabtu, 18 April 2015

Catatan Kuliah Semester 1



Kuliah
Kali ini nggak tau kenapa aku lagi pengen nulis tentang hal-hal yang terjadi pas aku kuliah semester 1. Walau ini udah terjadi agak lama tapi kayaknya nggak masalah kalau aku post di blog ini. daripada kelamaan mending kita langsung aja yah.

Ospek
Yup. Bisa dikatakan bahwa semua mahasiswa semester 1 normal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pasti pernah ngalamin yang namanya ospek. Beruntung lah kalian wahai mahasiswa yang pernah mengalami ospek karena kalian termasuk mahasiswa normal.

Dan di kampusku di Universitas Muhammadiyah Surakarta ospek ini dibagi dalam dua tahap. Masta dan PPA. Masta dua hari dan PPA tiga hari. Keren yah. Tapi sebenarnya aku cukup beruntung karena ospek di kampusku baik itu Masta maupun PPA sama sekali nggak ada yang namanya perploncoan. Dan kami juga nggak disuruh bawa yang aneh-aneh kok. Untuk lebih jelasnya kalian bisa baca di SINI.

Tentang Minggu Pertama Kuliah
Minggu pertama kuliah di semester 1 tentu saja adalah masa-masa penyesuaian diri. Aku yang dulunya setiap hari belajar dengan gaya anak sekolahan kini harus bisa menyesuaikan diri dengan cara belajar anak kuliah. Bukan cuma cara belajar sih. Tentang banyak hal juga. Termasuk tentang bagaimana kuliah itu sendiri.

Tapi sebenarnya ada hal-hal menyebalkan yang terjadi di minggu pertama kuliah. Yup, di periode ini banyak banget dosen yang nggak masuk. Jadinya berasa di PHP gitu. Setelah menempuh puluhan kilo dan menunggu berjam-jam dan ternyata dosen yang ditunggu nggak datang itu rasanya bener-bener ngeselin.

Dan tentang minggu pertama kuliah di semester 1 … jujur saja periode ini adalah periode yang cukup krusial buat nyari temen baru. Dan itu akan sangat berbeda dengan minggu pertama di semester 2, 3 dan seterusnya. Di semester selain semester 1 pasti kalian akan merasakan bahwa mencari temen baru di minggu pertama nggak segampang saat semester 1. Jadi minggu pertama semester 1 itu bener-bener minggu yang krusial.

KRS Paketan
Di semester 1 di kampusku UMS aku belum KRS-an. Jadinya mata kuliah dan dosen yang akan aku ambil udah dipaketin dari sononya. Dan kayaknya aku beruntung ya dapet dosen yang enak-enak (dalam artian nilainya gampang, mungkin cuma perasaanku aja).

Temen Sekelas Yang Selalu Sama Di Setiap Mata Kuliah
Karena di semester 1 KRSnya masih paketan jadi kelasnya diurutin dari NIM. Alhasil di kelasku di makul apapun isinya anak yang NIMnya B100140401-B100140450. Kadang bosen sih. Tapi setidaknya itu lebih mending daripada di semester lain yang kadang aku berada di sebuah kelas yang satu orang pun nggak ada yang aku kenal.

Pondok Sobron
Nah, ini yang banyak anak UMS bilang sebagai penjara suci. Penjara suci itu bukan penjara Stand Up Comedy Indonesia lho ya. Jadi Pondok Sobron itu semacam pesantren gitu. Jadi aku nyantri 4 hari 3 malam gitu di Pondok Sobron. Dan di Sobron itu bukan cuman nyantri biasa lho. Sebenarnya di sana itu tujuannya adalah untuk menempuh kuliah Studi Al-Islam 1. Kalau pengen lebih jelas baca di SINI

Fashion
Di minggu-minggu pertama kuliah masih wajar pakaianku. Palingan pakai kemeja. Tapi seiring berjalannya waktu jadi sering pakai kaos. Bukan sering deng. Tapi emang pakai kaos terus setiap ngampus. Dan bahkan kadang pakai jersey bola.

Nilai
Kalau ngomongin soal nilai di semester 1 kurasa nilaiku Alhamdulillah cukup memuaskan. Inilah rinciannya.
Mikro Ekonomi Pengantar: A, Manajemen Pengantar: A, Ilmu Sosial Budaya Dasar: A, Bahasa Inggris 1: A, Bisnis Pengantar: AB, Akuntansi Pengantar 1: B, Al-Islam 1: B, Matematika Ekonomi: D. Dengan indeks prestasi semester: 3.3

Nggak tau juga sih kok aku bisa dapet nilai kayak gitu. Ada sedikit kecurigaan bahwa dosennya salah ngasih nilai. Tapi biarin ajalah. Hahaha.
nilai bagus
Bukti Nilaiku Pas Semester 1
Status Hubungan
Nah ini. Status hubunganku saat semester 1 adalah……… JOMBLO (Capslock rusak). Jujur aja JOMBLO itu bukan sesuatu yang baru sih dalam kehidupanku. Soalnya masa keJOMBLOanku berbanding lurus dengan jumlah umurku. Hiks

Kira-kira itulah catatanku selama aku menjalani semester 1. Sebenernya mungkin masih banyak lagi ya. Tapi seenggaknya itulah hal-hal yang sampai sekarang masih sangat berkesan dalam anganku. Selamat tinggal semester 1. Selamat datang semester 2.

Baca Juga:
Catatan Kuliah Semester 2
Catatan Kuliah Semester 3 
Catatan Kuliah Semester 5, Karma Dan Tugas Kelompok

Sabtu, 11 April 2015

Pengalaman Pertama Open Mic



open mic
Hallo … kali ini aku akan cerita tentang sesuatu yang benar-benar baru dalam hidupku. Yup, pengalaman pertamaku Open Mic. Kalau ada yang nggak tahu apa itu open mic, ya sebut aja ajang latihan stand up comedy yang biasanya digelar sama komunitas-komunitas stand up comedy.

Dua hari yang lalu atau tepatnya tanggal 9 April 2015, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku akhirnya nyobain juga yang namanya open mic. Di kopi retweet pas acara open mic rutinnya anak-anak Stand Up Comedy UMS (@Suc_UMS). Ya, setelah dua tahun atau bahkan lebih menahan hasrat untuk melakukannya, akhirnya kesampaian juga.

Awalnya aku berangkat ke kopi retweet tanpa ada niat sedikit pun buat open mic. Niatnya sih cuman pengen nongkrong sekalian nonton penampilan temen-temen Suc UMS. Iya, pengen nonton aja. Soalnya mau tampil belum berani.

Pas acaranya mulai, MCnya ngomong gini ... 

“Ada yang mau nyobain open mic? Nggak harus lucu kok.”

Mendengar kalimat itu, temenku bilang ...

“Ini mas temen saya,” sambil jarinya menunjuk ke arahku. 

Tentu saja aku kaget. Terus ngomong sama temanku ... 

“Loh, kok aku? Ngawur wae koe.” 

Kemudian MCnya berkata ...

“Namanya siapa mas?” 

Lalu dijawab lagi sama temenku ...

“Faisal mas,” 

Setelah itu MCnya bilang gini ...

"Ok, kita simpen di urutan ke empat.” 

Aku hanya bisa bengong mendengar percakapan di antara mereka berdua. Terus berpikir apakah ini nyata? Gila aja! Aku blas belum persiapan!

Comic demi comic mulai tampil. Dan akhirnya sampai juga di urutan yang ke empat. Siapa dia? Ya, tepat banget, AKU.  

Akhirnya namaku dipanggil. Mana manggilnya salah lagi. Jadi MCnya bilang gini ... 

“Ya, kita sambut … Fajar.” 

Walau aku tau manggilnya salah, tapi entah kenapa aku tetep berjalan maju. Tapi tak lama kemudian aku mendengar teriakan ... 

“Faisal mas! bukan Fajar!” 

Ternyata temenku yang teriak. Merespon teriakan temanku, MC itu lalu berkata ...

“Oh salah ya. Yaudah di ulang. Di ulang dulu mas.” 

Aku yang udah terlanjur dapat beberapa langkah pun balik lagi ke kursi. Setelah aku duduk MCnya ngomong ... 

“Ya, kita sambut … Faisal.” 

Aku maju lagi. Anehnya di situ aku merasa kayak orang bego.

suc ums

Aku pun maju. Walau pun ini yang pertama dan dadakan, tapi bukan berarti aku nggak punya materi. Seperti yang kubilang di awal. Aku udah lama banget sebenarnya pengen open mic. Cuman belum berani aja. Jadi selama aku terpuruk dalam ketakutan sebenarnya aku terus nulis hal-hal yang kupikir lucu di sebuah buku. Yap, sebut saja buku materi. 

Jadi pas maju aku pake aja salah satu materi yang pernah kutulis di buku itu. Alhamdulillah lancar walau agak grogi. Dan harus kuakui  aku juga belum terlalu nyaman pas di depan. Terus cukup seneng juga pas banyak yang ketawa. Walau ada beberapa punchline yang nggak kena.Tapi nggak papa sih. Seenggaknya aku udah berani untuk mencoba.

Walau kemarin itu terkesan kayak dikerjain temen, tapi bukan berarti aku nyesel. Aku justru seneng. Kalau misal kemarin nggak digituin mungkin aku belum juga punya keberanian buat open mic. Jadi … makasih temenku Lufie Hafiedz. Lain kali aku pengen nyoba lagi. Iya, nyoba lagi dan lagi. Pengen belajar sama latian terus. Terus terus dan terus ….