Rabu, 20 Maret 2019

Antara Kamu Dan Imajinasimu Tentang Dia


Pernah ga sih kamu suka sama seseorang, tapi kamu gatau dia suka juga apa engga sama kamu? Pernah, ya? Kalau pernah, selamat ya… kamu terjebak dalam sebuah drama rumit yang melibatkan antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia. 

Suka secara sepihak? Bukan, bukan kayak gitu. Suka secara sepihak itu kalau kamu suka dia tapi dianya engga. Untuk kasus ini, bisa jadi dia juga suka sama kamu. Cuman, kamu gatau perasaan dia yang sebenarnya. Jatuh cinta dalam diam? Umm.. kurang lebih kayak gitu. Memendam perasaan? Iya bener kayak gitu.

Ngomong-ngomong, sadar ga sih, ketika kamu jatuh cinta dalam diam, gatau kenapa dunia berjalan dengan begitu aneh. Hari-hari kamu seolah penuh dengan drama. Drama yang sebenarnya mungkin tidak pernah ada. Atau mungkin ada, tapi hanya kamu yang merasakannya. Sebuah drama antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia.

Imajinasiku tenang dia? Kenapa imajinasiku tentang dia? Kenapa engga ‘dia’ aja? Kenapa harus ada embel-embel imajinasi segala?

Mungkin kamu akan nanya kayak gitu. Btw jawabnya simple, sih. Ya karena cuman kamu doang yang ngerasain, dianya belum tentu. Bukannya dia ga ngerasain, tapi belum tentu.

Drama antara aku dan imajinasiku tentang dia? Maksudnya gimana, sih?

Di detik di mana kamu merasakan jatuh cinta dalam diam, di detik itu pula kamu akan jadi orang paling over thinking sedunia. Kamu akan jadi orang yang berpikir secara berlebihan. Kamu akan jadi orang yang kebanyakan ngayal. Kamu akan jadi orang yang kebanyakan menduga-duga. Dan tentu saja, kamu akan jadi orang yang kebanyakan berimajinasi.

Selalu muncul jutaan teori di kepala kamu setiap kali ada sesuatu yang terjadi antara kamu dan dia. Sesimple apapun kejadiannya, kamu akan selalu menduga-duga. Dan kemudian, jutaan pertanyaan mulai memenuhi kepala kamu. “Kenapa dia melakukan ini?” “Jangan-jangan dia…” “Bukan kah itu artinya dia…”

Sesimple apapun kejadiannya, kamu akan selalu berpikir secara berlebihan. Sesimple ketika kamu membuka instagram, tiba-tiba kamu dapat notif yang menunjukkan kalau dia menge-like salah satu foto kamu padahal dia jarang banget melakukan itu, dengan perasaan yang pastinya senang banget, mendadak muncul dugaan-dugaan terkait hal itu.

“Kenapa dia nge-like fotoku?” … “Jangan-jangan dia stalking?” … “jangan-jangan dia kangen?” … “jangan-jangan… dia suka sama aku?!” … “ga ga ga… gamungkin!” …  “masa dia suka sama aku?” … “tapi, kenapa tiba-tiba nge-like fotoku?” … “aaah… ya tuhan… beri saya petunjuuuk!” …. “bantu saya mengartikan semua ini ya tuhaaaaaan”

Itu baru satu kejadian doang. Belum lagi kalau misalnya tanpa sengaja mata kamu sama mata dia bertemu dan saling tatap-tatapan. Belum lagi kalau misalnya di sebuah ruangan, tiba-tiba dia duduk di sebuah kursi di samping kamu. Belum lagi kalau misalnya tiba-tiba di cuaca yang terik, dia nawarin kamu sebotol minuman. Belum lagi kalau…. Kalau hal-hal simple semacam itu terjadi, sudah pasti imajinasi kamu tentang dia akan kembali muncul.

Rumit banget ya dramanya. Sebuah drama antara kamu dan imajinasi kamu tentang dia. Sebuah drama tentang jatuh cinta dalam diam. Sekali lagi, ini bukan tentang suka secara sepihak. Karena siapa tau, dia juga terjebak dalam sebuah drama antara dia dan imajinasinya tentang kamu.   

Jumat, 15 Februari 2019

Alasan Kenapa Idol K-Pop Rambutnya Diwarnai


Halo, pernah nonton Music Video dari idol-idol Korea? Eh, ga pernah? Ok, mending gausah dilanjutin bacanya. Kayanya kamu salah alamat, deh. Haha. Gabakal nyambung juga soalnya.

By the way, akhir-akhir ini saya lumayan sering nontonin MV idol-idol Korea di youtube. Dan… sadar ga sih kalau rambut dari idol-idol K-Pop suka diwarnain aneh-aneh gitu? Kalau kamu suka K-pop pasti sadar dong. Btw, pernah mikir ga sih kenapa rambutnya diwarnain? Dulu sih saya mikirnya buat gaya-gayaan doang. Hingga akhirnya ada sebuah kejadian yang membuat saya sadar bahwa ternyata ada alasan lain kenapa idol-idol K-pop melakukan itu.

Jadi ceritanya gini…

Pada suatu hari…. eh, ini apaan sih? -_-. Malah jadi kayak cerita rakyat. Jadi intinya gini, saya punya sepupu, cewe. Terus kebetulan dia suka k-pop. Nah, suatu hari dia ngasih tau ke saya kalau Astro (salah satu idol favorit dia) rilis MV di youtube, kasih rekomendasi lah istilahnya. Nah, kejadian itulah yang akhirnya bikin saya sadar alasan sejati kenapa idol k-pop rambutnya diwarnain.

Btw, sepupu saya ini tidak tinggal di kota yang sama kayak saya. Jadi kami berinteraksi lewat chat. Kira-kira chatnya kayak gini…

Sepupu: “kak, coba nonton MVnya Astro yang ….. (saya lupa judulnya)”

Dan nontonlah saya sebelum akhirnya membalas chat sepupu.

Saya: “Bagus, sih. Tapi tetep kerenan Jay Park (saya ngefans sama Jay Park btw. Wkwk)

Sepupu: “Si Eunwoo ganteng banget sumpaaaaaah.”

Btw, saya gatau eunwoo yang mana. Lebih tepatnya saya gakenal satu pun member Astro sih. Wkwk. Makanya saya nanya dong…

Saya: “Eunwoo yang mana?”

Sepupu: “Itu, yang ganteng.”

Dalam hati saya mikir… anjir, yang ganteng? Bentar bentaaar, emang di sini ada yang ga ganteng ya?! kalau jelek ya gamungkin jadi member idol k-pop dong! Kalau jelek Astro gamau make dong! Kalau jelek gamungkin manggung dia, pasti lagi di kamar, ngadep laptop, nulis tentang kenapa idol k-pop rambutnya diwarnain, iya, kayak saya -__-.

Akhirnya saya nanya lagi kan…

Saya: “Yang ganteng? Emang ada yang jelek? Ganteng semua mereka…”

Sepupu: “Enggaaa, beda. Pokoknya yang paling ganteng.”

Yang paling ganteng? Ok, saya berusaha buat menajamkan indera pengelihatan saya. semata-mata untuk mengidentifikasi siapa yang paling ganteng di antara member Astro. Dan hasilnya… gagal! Wajahnya sama semua anjiiir! Semua member Astro wajahnya terlihat sama!

Ok ok. Akhirnya saya sadar kalau saya gabisa lagi nanya dengan kalimat ‘yang mana?’, karena pasti ujungnya dia bakal jawab ‘yang ganteng’. Saya harus nanya sesuatu yang lebih spesifik. Saya mikir, mikir, dan akhirnya kepikiran….

Kenapa ga tanya yang pakai baju apa?

Benar juga, ya. Kenapa ga nanya eunwoo yang pakai baju apa? Tapi.. sesaat sebelum saya beneran menanyakan itu… saya menyadari sesuatu. Kan di MV idol-idol k-pop gitu, di setiap scene, kan bajunya ganti-ganti yak -_-. Kayak misalnya di pas menit awal-awal pakai kemeja floral karena scenenya di pantai, abis itu tbtb beberapa detik kemudian pakai jas soalnya scenenya di kantor, terus abis itu tau tau udah pakai baju putih lengan panjang terus bawahan celana bahan warna item aja, iya, soalnya scenenya waktu itu… umm… jadi karyawan training indomaret. Aah, abaikan. Intinya setiap ganti scene bajunya ganti. Jadi ga guna dong saya nanya gituan.

Ok, akhirnya saya sadar kalau nanya baju gabisa. Mikir keras… mikir keras… mikir keras… dan akhirnya….

Nanya rambut!

Nah iya. rambut! Kan rambutnya warnanya beda-beda tuh. Iya, satu personil dan personil lainnya rambutnya beda-beda warnanya. Akhirnya saya menanyakan itu, nanya dengan kalimat… “Yang rambutnya warna apa?” dan tau ga… saya akhirnya dapet jawabannya. Haha. Akhirnya saya tau eunwoo itu yang mana. Puas bangeet. Haha. Rambutnya item ternyata. Ganteng juga sih btw.

Jadi intinya... alasan kenapa idol K-Pop mewarnai rambutnya adalah.... ya biar orang-orang bisa bedain aja antara member satu dan member lainnya. Soalnya wajahnya mirip-mirip semua. hahaha.

Tunggu… ngomong-ngomong… kenapa saya bisa puas hanya karena bisa tau eunwoo yang mana?! -__-

Minggu, 04 November 2018

Tampang Boyolali, Tampang Missqueen ! ! #SaveMukaBoyolali


Sama seperti apa yang biasa dilakukan orang-orang lain ketika gatau apa yang harus dilakukan, kemarin, di tengah gabut kronis yang melanda, saya iseng-iseng liatin story WA dari teman-teman –atau siapapun- yang ada di kontak saya. Kemudian, bersliweran lah satu demi satu story yang beraneka ragam isinya. Dari yang pamer kegiatannya sampai curhat ada.

Ga ada yang menarik. Biasa aja. Ga bikin rasa bosen gara-gara gabut saya ilang. Sampai akhirnya… saya nemu salah satu story yang isinya foto si pemilik akun. Story itu bikin saya agak penasaran. Bukan karena fotonya. Tapi captionnya. Di situ tertulis #SaveMukaBoyolali. Dalam hati saya bertanya kayak … “wah, apaan nih? Ada apa dengan muka Boyolali?”. Tapi rasa penasaran itu ga bertahan lama. Karena abis itu saya mikir kayak … “bodo ah, ga penting.”

Story demi story lain mulai bersliweran. Masih sama kayak yang sebelumnya, kaga menarik. Hingga akhirnya lagi-lagi ada satu story yang sukses membuat rasa penasaran saya bangkit kembali. Lagi-lagi polanya sama, foto si pemilik akun dengan caption berhastag #SaveMukaBoyolali.

Kali ini, saya gabisa menahan rasa penasaran saya. Sebagai manusia yang di KTPnya tercatat sebagai warga Boyolali, saya bener-bener pengen tau sebenernya ada apaan sih? Lalu, bertanyalah saya kepada si pemilik akun yang bikin story #SaveMukaBoyolali. Akhirnya, dari dia saya mendapatkan jawaban. Ternyata hastag tersebut muncul sebagai reaksi atas pidato Prabowo Subianto saat beliau melakukan kunjungan di Boyolali. Sebuah pidato yang dianggap menyakiti hati warga Boyolali. Pidatonya kurang lebih begini:

“…Tapi begitu saya lihat Jakarta, saya melihat hotel-hotel mewah. Gedung-gedung menjulang tinggi. Sebut aja hotel paling mahal di dunia, ada di Jakarta Ada Rich Carlton, ada Waldorf Astoria, ngomong aja kalian nggak bisa sebut dan macem-macem itu semua. dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang boyolali ini….”

Nah, begitulah potongan pidato dari bapak Prabowo Subianto yang dipermasalahkan tersebut. Di situ Prabowo seolah kesannya menganggap bahwa tampang-tampang Boyolali itu tampang-tampang miskin. Tampang-tampang ga pernah masuk hotel mewah. Aah, jangankan masuk, nyebut namanya aja syusah. Haha. Saya tau mungkin Prabowo konteksnya ingin bercanda, tapi pada akhirnya tetep aja malah jadi panas.

Langsung viral deh di sosmed. Bahkan di Twitter, hastag #SaveMukaBoyolali kabarnya sempat jadi trending topic. Apakah pidato pak Prabowo hanya sebatas panas di sosmed? Hmm, sayangnya engga. Gara-gara pidato tersebut, pak Prabowo sampai dilaporkan polisi. Ga berhenti di situ, bahkan hari ini (4/11/18), ada demo yang mempersoalkan hal itu loh. Panas sekali ya situasinya. Haha.

So, sebagai warga Boyolali yang memiliki tampang sangat Boyolali, bagaimana pendapat saya tentang pidato tersebut?

Hmm… tanggapan saya sih jujur… biasa aja. Iya, biasa aja. Justru saya malah ngakak. Sumpah saya ngakak. Ya gimana, abis lucu banget. Tampang Boyolali? Hahaha. Btw, kalau boleh jujur, Boyolali itu emang bulliable banget sih. Dengan kata lain, emang sasaran empuk buat dikata-katain.

Di Solo Raya, sebenarnya posisi Boyolali emang mirip kayak Bekasi di Jabodetabek. Sering diledekin. Kenapa saya bisa bilang begitu? Ya karena saya mengalami sendiri. Sebagai warga Boyolali bagian timur yang bahkan lebih deket ke Solo daripada Boyolali Kota, sehingga mau gamau lebih banyak melakukan aktivitas di Solo, emang warga Boyolali itu di tongkrongan sering diledekin karena dianggap ndeso.

“Boyolali itu ga ada apa-apa, hiburannya cuman tabrakan.”

“Kalau kalian lihat orang pakai jaket dealer naik motor di jalan, pasti orang Boyolali tuh”

Saya sering tuh dengar orang ngeledekin saya karena saya orang Boyolali pakai kalimat-kalimat kayak gitu. Satu-satunya senjata saya buat ngebales ya cuman…

“Seenggaknya Boyolali punya bandara!”

Nah, jadi saking seringnya dibully gara-gara tampang saya tampang Boyolali, saya jadi kebal. Jadi ketika dengar Prabowo bilang tampang Boyolali ga pantes masuk hotel mewah, saya ngakak. Terus ngomong dalam hati kayak… “Anjir, kok berasa kayak lagi ditongkrongan ya”

Singkatnya, saya ngga tersinggung dengan ucapan Prabowo. Lantas, apakah saya membenarkan ucapakan beliau? Engga juga. Bagi saya Prabowo tetap salah. Bagi saya ucapan beliau biasa aja. Tapi masalahnya, sensitivitas setiap orang terhadap ketersinggungan kan beda-beda. Bagi saya biasa, bagi orang lain bisa jadi menyakiti. Dan kenyataannya, puluhan ribu orang tersakiti oleh ucapan beliau. Puluhan ribu orang ketriggered sama ucapan Prabowo. Yang awalnya bercanda malah akhirnya jadi kasus. Karena bagaimanapun kita, bahkan seorang seperti Prabowo pun gabisa mengendalikan respon orang lain.

Di demo dan bahkan dilaporkan ke polisi? Kalau menurut saya, Pak Prabowo dapet apa yang dia tanam, sih. Lain kali ati-ati pak kalau ngomong. (^_^)

Selasa, 30 Oktober 2018

Kulit Sawo Matang Mudah Terbakar ! !


“Punya kulit sawo matang mah enak, tahan sinar matahari ! !”

Hmm.. pernah nggak sih kamu dengar kalimat kayak gitu? Pernah dong, ya. By the way, gatau kenapa saya kesel loh setiap kali dengar kalimat kayak gitu. Anjir, tahan sinar matahai apaan?! Mitos terbesar abad ini itu mah.

Kenapa saya bisa bilang begitu? Kenapa saya bisa bilang kalau anggapan bahwa kulit sawo matang tahan sinar matahari adalah mitos terbesar abad ini? Soalnya… kulit saya sawo matang dan saya nggak tahan sama matahari. Haha. Gatau kenapa kulit saya kayak gampang terbakar gitu. Padahal sawo matang lho. Haha.

Padahal ya, secara teori kulit itu, semakin gelap maka dia akan mengandung semakin banyak melanin. Yang mana itu berfungsi memperkecil resiko penyakit kayak kanker kulit gitu. Terus juga semakin banyak melanin, dia akan lebih tahan sama sengatan sinar matahari. Kayaknya sih gitu. Gatau deh bener apa kaga. Kalau salah ya saya mohon maaf. Maklum bukan dokter kulit dan kelamin. Hehe.

Makanya kita sering dengar kan kalau bule-bule biasanya ga tahan sama matahari. Maka dari itu mereka kalau keluar rumah sering pakai yang namanya sun block. Nah, di sisi lain, orang berkulit yang cenderung lebih gelap, katanya lebih tahan sama matahari. Katanya sih gitu. Tapi kok saya ngerasanya engga gitu ya? Hmm…

Ok, sekarang pertanyaannya… sawo matang itu masuk kategori gelap ya?

Kalau menurut saya sih iya. Jadi sawo matang kan coklat. Tingkat kegelapannya cuman setingkat di bawah kulit hitam kayak orang Afrika gitu. Kalau yang paling cerah mah tetep bule Eropa Utara kayak Inggris Jerman gitu. Abis itu baru bule Eropa Selatan kayak Spanyol Italia. Pokoknya sawo matang itu gelap. Btw, ini ga bermaksud rasis loh ya. Cuman mengutarakan pendapat pribadi.

Nah, kan sawo matang kan gelap tuh. Kok bisa-bisanya saya bilang kalau sawo matang tahan matahari itu cuman mitos? Kan banyak mengandung melanin kulitnya? Secara teori, saya gatau ya. Dibilangin saya bukan dokter spesialis kulit dan kelamin, kok. Haha.

Tapi meski saya ga punya teori yang mendukung argument saya, seenggaknya saya sendiri ngerasainnya kayak gitu. Jadi gatau kenapa kalau saya kena sinar matahari secara langsung agak lama dikit, kulit rasanya terbakar. Kayak ga nyaman itu kulitnya. Panas banget rasanya. Sumpah ga bohong. Berminyak gitu. Ah ga nyaman deh pokoknya.

By the way, saya pernah demi menurunkan berat badan, saya nekat jogging jam 9 pagi sama renang di siang bolong. Hahaha. Sumpah kulit langsung auto ga nyaman. Kebakar gitu rasanya. Apakah kulit saya menggelap? Tentu saja. Kalau ga percaya lihat gambar di bawah aja.
NORMAL
ABIS JOGGING JAM 9

Tuhkan. Gosong parah. Masa terkelam dalam hidup itu mah. Hahaha. Kapok! Gamau aneh-aneh pakai acara jogging jam 9 segala. Gamau lama-lama kena matahari juga. Tapi aneh juga ya. sawo matang tapi gampang kebakar. Jangan-jangan kulit saya sensitive? Gatau ya.

By the way, ayah saya pernah bilang ke saya gara-gara gamau aktivitas dibawah matahari…

“Cowo kok takut item.”

Bukan takut item pak -___-. Tapi seriusan rasanya bener-bener ga enak. Kasian kulit saya. wkwwk.